Selasa, 4 Desember 2012 Bupati Trenggalek Dr. Ir Mulyadi Wr. MMT, meninjau kawasan
pertanian di wilayah Kelurahan Sumbergedong tepatnya di jalan Soetran, sebagian
besar kawasan pertanian ini menggunakan bibit padi hibrida yang terkenal
sebagai salah satu varietas unggul yaitu padi hibrida jenis Sembada 168. Kedatangan
Bupati Trenggalek Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT di
dampingi Kepala Dinas Pertanian, Camat Trenggalek, Lurah Sumbergedong, perwakilan
dari PT Du Pont Prevathon, tamu undangan lain serta kelompok Tani Agung di Kelurahan
Sumbergedong Kecamatan Trenggalek, dimaksudkan untuk melakukan panen raya
penanaman padi hibrida varietas unggul jenis Sembada 168.
Ketua
Kelompok Tani Agung melaporkan bahwa panen raya kali ini merupakan penanaman
yang kedua kali, pada penanaman yang pertama kurang memperoleh hasil yang
memuaskan. “ kami melakukan studi banding ke daerah lain untuk lebih memahami
perilaku padi Sembada 168, sehingga kami akhirnya memperoleh pengetahuan
tentang penanaman padi Sembada 168 karena
jenis padi ini pada usia 40 hari padi sudah mulai berbuah” kata Sunaryo Ketua
Kelompok Tani Agung. Kelompok Tani Agung menanam padi sembada 168 dengan
menggunakan tiga sistem tanam antara lain : legowo, jejer wayang dan prapatan,
dari ke tiga sistem tanam tersebut ternyata sistem tanam legowo mampu
memperoleh hasil yang sangat memuaskan yaitu sekitar 13 ton 120 kilogram gabah
kering panen per hektar, sedangkan sistem tanam jejer wayang memperoleh hasil
12 ton 320 kilogram gabah kering panen per hektar dan sistem prapatan memperoleh
hasil 10 ton 560 kilogram gabah kering panen per hektar.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT menyebutkan bahwa Kabupaten Trenggalek yang memiliki luas lahan sawah hanya 12.000 ha, dari 12.000 ha lahan itu yang dapat di kerjakan secara tehnis kurang lebih sekitar 6.500 ha, dari luas lahan tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan beras untuk wilayah kabupaten Trenggalek dalam satu tahun dan untuk tahun 2013 kami harapkan produksi beras di daerah Trenggalek dapat meningkat. “Hal ini tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan pembangunan pertanian melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Optimalisasi lahan, dan perbaikan jaringan irigasi desa, dan bantuan langsung pupuk ” jelas Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT menyebutkan bahwa Kabupaten Trenggalek yang memiliki luas lahan sawah hanya 12.000 ha, dari 12.000 ha lahan itu yang dapat di kerjakan secara tehnis kurang lebih sekitar 6.500 ha, dari luas lahan tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan beras untuk wilayah kabupaten Trenggalek dalam satu tahun dan untuk tahun 2013 kami harapkan produksi beras di daerah Trenggalek dapat meningkat. “Hal ini tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan pembangunan pertanian melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Optimalisasi lahan, dan perbaikan jaringan irigasi desa, dan bantuan langsung pupuk ” jelas Bupati.
Kegiatan
dilanjutkan dengan panen raya yang ditandai dengan pemotongan padi oleh Bupati
Trenggalek, diikuti Kepala Dinas Pertanian, Camat Trenggalek dan perwakilan PT
Du Pont.
