Mencermati kondisi
geografis, geologis, hidrologis dan demografis, pada kenyataannya Kabupaten
Trenggalek memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana, baik
yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia.Sehingga
memerlukan perhatian khusus bagi semua pihak baik dalam hal perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi untuk penanganan bencana yang lebih baik. Sebagai
langkah yang positif untuk mengurangi dampak terjadinya bencana.
Kamis 22 Nopember bertempat di aula Kelurahan Sumbergedong BPBD
Kabupaten Trenggalek mengumpulkan anggota Muspika Kecamatan se Kabupaten Trenggalek
Beserta Kepala Desa/Kelurahan Se Kabupaten Trenggalek untuk membahas lebih lanjut
dan berkoordinasi dalam menangani Bencana alam.
Sesuai laporan kepala BPBD
Trenggalek, BPBD telah membentuk Tim reaksi cepat (TRC) dalam menangani
terjadinya bencana TRC di bagi menjadi 3 kelompok /wilayah. Wilayah utara terdiri
dari Kecamatan Trenggalek, Bendungan,Pogalan, Karangan, dan Durenan. Wilayah
Selatan terdiri dari Kecamatn Gandusari, Kampak, Munjungan dan Watulimo
sedangkan wilayah Barat terdiri dari Kecamatn Tugu, Suruh, Pule, Dongko dan
Panggul.
Selain itu Joko Rusianto juga menyampaikan selain TRC BPBD
Trenggalek dalam waktu dekat akan membentuk Tim DALA ( DAMAGE AND LOSESS ASSESMENT)
Penilaian kerusakan dan kerugian dampak bencana . dimana tim tersebut akan
memprediksi kerugian / kerusakan baik itu fasilitas umum, infrastruktur,
pertanian, perkebunan, serta ekonomi masyarakat akibat dampak bencana.Sedangkan
untuk antisipasi bencana Tsunami BPBD mengusulkan ke BNPB berupa SELTER/TES ( Tempat Evakuasi Sementara) yang akan
ditempatkan di tiga kecamatan yang berhadapan langsung di Laut yaitu kecamatan
Watulimo, Munjungan dan Panggul.
Asisiten Pemerintahan dan Kesra yang hadir dalam kesempatan itu
dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPBD. Mengingat keterbatasan
anggaran tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada
masyarakat.Sigit Agus Hari Basuki SH, Msi yang biasa di sapa Sigit ini juga
mengingatkan keterbatasan angaran yang tersedia di APBD Kabupaten Trenggalek
diharapkan BPBD Trenggalek untuk berusaha melakukan terobosan ke BPBD Provinsi
maupun BNPB, untuk mendapatkan angaran guna mengurangi beban masyarakat yang
terdampak bencana baik itu infrastruktur, logistik, sarana prasarana penunjang
kegitan kebencanaan.
