Berbagai macam
kesenian, mulai dari kesenian tradisional, modern maupun kesenian yang
bernafaskan Islami turut meramaikan bersih desa ini. Tiap-tiap Rukun
Tetangga (RT) yang mempunyai grup kesenian memang diwajibkan untuk menyertakan
warganya dalam bersih kelurahan kali ini. Tercatat sebanyak 21 grup yang
menampilkan keseniannya masing-masing. Ada yang menampilkan kesenian
jaranan, reog, drumband serta seni hadrah dan shalawatan.
Lebih lanjut
dijelaskan oleh Suwito, bahwa sejarah nama Sumbergedong berawal karena di Kelurahan
Sumbergedong tepatnya di Lingkungan Ngemplak terdapat sumber air yang ditembok
keliling (digedong). “Tempat itu dulunya adalah padepokan dari Eyang Gantung
Siwur dan Eyang Patih Singo Yudho”.
Sebelum
memberangkatkan pawai, dalam sambutannya Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR.
MMT. menyampaikan bahwa Kelurahan Sumbergedong memiliki sejarah yang cukup
bagus yaitu sumber air yang digedong serta banyak yang ziarah kesana. “Hal ini
merupakan aset bagi kelurahan Sumbergedong yang bisa dikembangkan sebagai
tempat wisata religi. Oleh karena itu, Bupati memerintahkan kepada Kepala
Dinas Poraparibud untuk tahun-tahun mendatang pelaksanaan Bersih Kelurahan ini
agar dijadikan agenda pariwisata Kabupaten Trenggalek.
Keunikan lainnya
dari bersih kelurahan sumbergedong
ini yaitu terdapat beberapa titik sepanjang rute pawai yang telah disiapkan
nasi thiwul gratis oleh masyarakat Kelurahan Sumbergedong yang nantinya
setiap penonton bisa menikmatinya sembari melihat suguhan pawai kesenian dari
setiap RT di Kelurahan sumbergedong.