Pagi itu minggu 23 September 2012 anjungan jawa timur taman mini indonesia indah mulai terasa berbeda dibanding hari-hari biasa ,maklum pada hari itu jatahnya kabupaten trenggalek untuk mengisi pergelaran budaya asli daerah yang dimilikinya. Tentu saja mulai pagi masyarakat asal trenggalek yang ada di jabodetabek,banten dan jawa barat sudah pada berdatangan untuk menyaksikan pergelaran budaya sekaligus ingin bertemu dengan sanak saudara atau teman yang datang dari trenggalek, sehingga momentum tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk saling berbagi rasa kangen karena sudah lama tidak berjumpa,sekaligus sambil mendengarkan lagu-lagu campursari yang didendangkan oleh para penyanyi dari trenggalek.
Gendut Suprayitno ketua ikat jakarta menyampaikan rasa bangganya dan terima kasih kepada pemerintah trenggalek dan masyarakat trenggalek yang ada di jakarta yang telah hadir untuk bersama-sama menyukseskan acara pergelaran seni budaya ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia penyelenggara dan pengelola anjungan jawa timur,sehingga acara ini bisa terselenggara.
Bupati trenggalek DR.Ir Mulyadi WR,M.MT dalam sambutannya mengatakan saya sangat mendukung dan akan secara rutin mengirimkan dutanya untuk mengisi kegiatan gelar budaya di anjungan jawa timur ini, tentunya akan menampilkan berbagai seni dan budaya asli trenggalek,karena dengan demikian maka nama trenggalek semakin banyak dikenal orang lewat kesenian ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa trenggalek selain kaya akan seni dan budaya juga trenggalek mempunyai tempat wisata yang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan diantaranya pantai prigi dan goa lawa yang terpanjang se asia tenggara serta oleh-oleh khas trenggalek yang sangat terkenal tempe kripik dan alen-alen, bahkan sampai sekarang trenggalek dikenal sebagai kota kripik. Mengakhiri sambutannya bupati mengajak kepada para hadirin untuk membuktikan sendiri dengan mendatangi tempat wisata yang ada di trenggalek.
Masyarakat trenggalek yang terkenal ramah,lemah lembut sehingga dapat digambarkan dalam tari yang ditampilkan pertama yakni tari beksan Sri Tranggali,begitu tari pertama selesai dilanjutkan dengan tari Banjalu. Untuk mengikhiri pentas budaya ini ditampilkan tari turangga yaksa merupakan seni tari yang dinanti-nantikan masyarakat trenggalek yang pagi itu hadir dlm acara ini. Begitu tari ini berakhir bupati,wakil bupati ,dan dim dan ketua dprd trenggalek menandatangani spanduk yang bergambarkan lambang turangga yaksa ,ini menandakan bahwa tari Turangga Yaksa telah DIPATENKAN sebagai tari asli dari kabupaten trenggalek.