laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

3 September 2012

Bupati Membuka pagelaran wayang Kulit di alun-alun

Hari jadi Kabupaten Trenggalek merupakan puncak kemeriahan dan kebahagiaan warga di kabupaten Trenggalek.Bisa di katakan seperti itu karena hari itu digelar bebarapa macam hiburan.Hal ini dilakukan pemerintah kabupaten Trenggalek untuk memeriahkan serta memberikan suguhan hiburan kepada warga Trenggalek agar bisa ikut bersukaria dalam menyambut hari jadi Trenggalek yang ke 818. 

 Di mulai dari pagi hari sudah diadakan panjat pinang yang bertempat di alun – alun. Berlanjut dengan arak-arakkan kirab pusaka dan prosesi penerimaan pusaka di pendopo kabupaten.Dan malam harinya di adakan Pesta kembang Api dan di tutup dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang ki anom suroto yang di dukung oleh pelawak ki gareng, cak dikin dan cak kirun.Sebelum acara di mulai seperti biasa di suguhkan kesenian asli Trenggalek  yaitu Tari Turonggo Yakso.

Pagelaran wayang kulit kali ini mengambil lakon “ Babad Wanamarta” inspirasi  filosofi  dari lakon ini disampaikan Bupati trenggalek  Dr. Ir. H. Mulyadi,WR.MMT yaitu  ketika pandawa setelah mendapatkan tekanan dan siksaan dari kurawa yang selanjutnya dengan ketulusan kesungguhan dan watak mulia mendirikan Negara amarta di hutan wanamarta, tetapi apapun atas usahanya dan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa berdirilah Negara Amarta yang konon sebuah Negara yang adidaya dan adikuasa kerena antara penguasa dan rakyatnya bersatu dalam kebaikan dan kemuliaan.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa Pagelaran wayang kulit ini sudah menjadi bagian hidup Masyarakat trenggalek dalam memperingati hari jadi setiap tahunnya, karena jika tidak ada acara pesta kembang api dan wayang kulit dalang berskala nasional, masyarakat merasa ada bagian kehidupan yang hilang.


Di akhir sambutannya bupati berharap pagelaran wayang kulit ini bisa memberikan suguhan yang menarik bagi masyarakat dalam rangka  memperingati hari jadi kabupaten Trenggalek yang ke 818 serta ikut serta untuk tetap melestarikan kebudayaan jawa terutama wayang kulit. Karena seperti kita ketahui sekarang sudah mulai pudar kecintaan warga terhadap kebudayaan-kebudayaan jawa, dan juga banyak kebudayaan – kebudayaan asli daerah di Indonesia yang di akui oleh Negara lain.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video