Nuzulul qur’an adalah sebuah mukzizat Alloh SWT karena
merupakan proses turunnya al-Quran kepada Nabi Muhamad SAW untuk memberi petunjuk
kepada manusia. Mengingat momen ini begitu penting, rabu, 8 Agustus pemerintah kabupaten Trenggalek mengadakan peringatan nuzulul qur'an yang dihadiri oleh wakil bupati anggota forpimda, ketua DPRD, SKPD,serta warga masyarakat. Acara tersebut diadakan di pelataran Pendopo Kabupaten Trenggalek tepatnya
di depan gedung Bhawarasa.Peringatan nuzulul qur’an pada tahun ini terasa
sangat istimewa, karena bertepatan dengan hari ulang tahun Ke-67 Republik
Indonesia,serta peringatan hari jadi yang
ke 818 kabupaten trenggalek.
Mengawali sambutannya Bupati Trenggalek DR.Ir.Mulyadi,WR.MMT mengatakan Alquran merupakan kumpulan makna
dari 104 kitab suci yang diturunkan kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad SW,
terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6666 ayat, diturunkan selama 22 tahun 2 bulan dan 22
hari yang ayat pertamanya adalah iqro’ ( yang artinya bacalah ).Al qur’an bagi
umat manusia memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai bacaan, sebagai obat,
sebagai petunjuk, sebagai penyelamat/pemberi syafaat dan sebagi sumber dari
segala ilmu pengetahuan dan tehnologi. Kandungan isi alquran yang meliputi segala sendi kehidupan yang tidak terbatas pada suatu masa dan tempat tertentu yang di dalamnya terdapat larangan, janji, ancaman, cerita sejarah, tauladan, hukum-hukum, budaya, dan perdagangan merupakan salah satu keistimewaan/mukjizat alquran yang kemurniannya tetap terjaga sampai hari kiamat nanti.
Bupati menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul quran seperti
ini telah berlangsung secara berkesinambungan dari generasi ke generasi,
merupakan suatu upaya untuk mengadakan pemahaman ulang terhadap suatu peristiwa
sejarah yang mengandung nilai edukatif dan mukzizat yang tentunya di landasi
niat yang baik dan benar agar kegiatan ini dapat memperteguh kaimanan dan
ketaqwaan serta memperbaiki diri dalam berfikir dan berperilaku, di samping sebagai
pengembangan syiar agama.
Di akhir sambutanya bupati mengingatkan jika kemajuan
pengetahuan dan tehnologi tanpa memperhatikan sendi-sendi yang diajarkan
al-quran tidak akan membawa kebahagian bahkan akan membawa bencana dan
malapetaka. Dalam mempelajari dan mendalami al –qur’anpun hendaknya tidak hanya berdasarkan akal pikiran
semata, tetapi diserahkan kepada ahlinya agar maksud dan tujuannya sesuai
dengan yang digariskan.