Dalam
Festival Golek Wengi, akan dimeriahkan dua lomba yaitu rampak bedug dan
festival rebana kreasi yang diikuti 57 peserta. Kedua kesenian yang identik
dengan Islam ini selalu mewarnai setiap penyambutan Hari Raya Idul Fitri tiba
serta sebagai pertanda datangnya waktu sholat. Maka tidaklah heran jika Kabupaten
Trenggalek selalu menyelenggarakan Festival ini di setiap bulan Ramadhan.
Mengenai hal ini, Bupati mengungkapkan dalam sambutannya bahwa Festival Golek
Wengi yang didalamnya diisi dengan kegiatan lomba Rampak Beduk dan Festival
Rebana Kreasi, merupakan salah satu wahana untuk membina kaum , membina insan
yang berakhlaq kharimah.
Bupati juga berharap
melalui kegiatan ini mampu melahirkan generasi generasi yang islami, generasi
yang berakhlaqul kharimah, yang dapat menjadi modal bangsa menuju masyarakat
Baldatun Thoyibatun Warabun Ghofur.
Menurut Bupati, Festival
Golek Wengi ini akan diadakan hingga 15 Agustus 2012 yang diharapkan menjadi
alternatif hiburan masyarakat selagi menunggu waktu berbuka puasa.
Dalam
kesempatan tersebut, Bupati sempat menyinggung tentang beberapa musibah yang
melanda Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini seperti terbakarnya pabrik
Gondorukem(5/8), Bupati mengajak masyarakat Trenggalek untuk menggunakan momen
Ramadhan sebagai ajang introspeksi. “Mari kita pelajari, kita ambil hikmah dari
kejadian tersebut, Apakah merupakan peringatan, apakah sebagai cobaan atau
apakah sebagai adzab” ujar Bupati.
Lebih lanjut,
menurut Bupati semua persoalan sebesar apapun , maka dapat diatasi dengan niat
yang tulus, jiwa yang mulia sebagaimana misi Rasulullah diutus dimuka bumi adalah
untuk menyempurnakan akhlaq.
Diakhir sambutannya,
Bupati menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, panitia dan masyarakat yang
telah berperan baik langsung maupun tidak langsung sehingga terselenggara acara
ini, “Mari kita upayakan peningkatan dari waktu ke waktu, baik kualitas maupun
kuantitasnya, semoga amal baik bapak ibu diterima disisiNya” tandas Bupati
mengakhiri sambutannya.