Selama kurang lebih
seminggu, peserta saling unjuk gigi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam
lomba rampak bedug dan festival rebana kreasi. Dan dalam kesempatan ini pula
telah diputuskan pemenang lomba yang dibacakan oleh Drs. Abdul Shomad, M.Si selaku Ketua
pelaksana. Adapun pemenang untuk kategori
seni sholawat non elektrik adalah Al Barizi. sedangkan untuk kategori qasidah
Rebana Kreasi, zanada berhasil meraih juara pertama. Dalam Kategori anak-anak,
panitia memutuskan Syifaul Qolbi sebagai performer terbaik. Sementara itu grup dari SMADA memenangkan
kategori Rodad terbaik. Untuk kategori Lomba rampak bedug berhasil diraih oleh PAS.
Sigid
Agus Hari Basuki, SH, M.Si selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek dalam sambutannya berharap melalui
Festival Golek Wengi, seni Islam yang mulai langka bisa dilestarikan. “Dengan
semakin berkembangnya teknologi serta derasnya arus globalisasi, seni Islami
serta seni asli daerah mulai mengalami kemunduran” ujarnya.
Selama
dilaksanakannya Festival ini, Sigid Agus Hari Basuki, SH, M.Si memiliki
beberapa catatan yang diharapkan bisa dijadikan bahan evaluasi, sehingga pelaksanaan
acara ini lebih baik. Kepada panitia, Sigid Agus Hari Basuki, SH, M.Si berharap
untuk bisa mempelajari pelaksanaan kegiatan seperti ini ditingkat provinsi. ‘”Apabila
kriteria yang dilombakan sama dengan provinsi, semoga bisa berkompetisi di Provinsi serta
berprestasi” harapnya.
Selain itu, panitia diharapkan
untuk semakin menjalin komunikasi dengan SKPD yang membidangi. “ Salah satu hal
yang harus diperbaiki adalah pemilihan tempat yang lebih layak dan nyaman,
sehingga para peserta dan penonton bisa menikmati jalannya festival” ujarnya.
Diakhir sambutannya,
Sigid Agus Hari Basuki, SH, M.Si memberikan selamat kepada yang berprestasi.
Kepada yang belum berhasil, menurutnya hal ini merupakan kesuksesan yang
tertunda. “Jadi jangan sampai berkecil hati, namun tetaplah bekerja keras”
tandasnya