Kebutuhan masyarakat meningkat menjelang lebaran.Padahal,
pada saat itu harga kebutuhan pokok melonjak.Daya beli masyarakat terbatas
membuat banyak warga kebingungan mendapat sembako dengan harga murah.Menjelang Hari
raya Idul Fitri 1433 H, Dinas Koperindag bersama UKM menggelar pasar murah
yang berlangsung mulai tanggal 10-15
agustus 2012.Kegiatan ini bertempat di sebelah selatan pendopo Kabupaten
Trenggalek yang di mulai jam 08.00 – 22.00 WIB.
Tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk menumbuhkan
iklim usaha yang mendukung pengembangan usaha mikro dan kecil melalui promosi
produk usaha mikro dan kecil.dalam acara ini di undang juga Bulog untuk
berpartisipasi dengan menggelar bazar murah komoditas beras guna memenuhi kebutuhan
masyarakat Trenggalek menjelang Lebaran.Puluhan Stan yang di ikuti oleh SKPD yang mempunyai binaan usaha kecil dan mikro,
Bulog,Dekopin menjual beberapa jenis
Bahan pokok yang terdiri beras, gula,minyak,bahan minuman dari coklat,makanan
ringan untuk lebaran dan juga ada stan yang menjual batik asli Trenggalek.
Bupati Trenggalek Dr.Ir. Muyadi.WR.MMT dalam sambutannya mengemukakan bahwa pasar murah semacam ini sangat penting, karena keberhasilan pembangunan di bidang usah mikro dan kecil merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena program di kabupaten Trenggalek ini difokuskan untuk mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kebijakkan revitalisasi pertanian dan pedesaan, serta program-program pro rakyat lainnnya melalui strategi yang Pro-Growth, Pro-Job, dan Pro-Poor.
Lebih lanjut bupati menyampaikan bahwa usaha mikro dan kecil
ini merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan pekerjaan dan
memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan berperan dalam
proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat khususnya warga
kabupaten Trenggalek.Meskipun usaha mikro dan kecil telah menunjukkan perannya
dalam perekonomian daerah dan nasional, masih banyak kendala dan hambatan baik
yang bersifat internal maupun eksternal, dalam produksi dan pengolahan,
pengemasan, pemasaran, sumber daya manusia, desain dan tehnologi, permodalan,
serta iklim usaha.Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pemberdayaan dan
pengembangan.Pemeberdayaan ini adalah upaya yang dilakukan pemerintah daerah,
dunia usaha dan masyarakat bersatu dan bekerja sama secara sinergis dalam
menumbuhkan iklim usaha yang sehat sehingga usaha mikro dan kecil ini bisa
tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.
Di akhir sambutannnya bupati Trenggalek berpesan
kepada seluruh SKPD yang mempunyai tupoksi
yang berkaitan dengan usaha mikro dan kecil untuk lebih meningkatkan
upaya-upaya di bidang pemeberdayaan dan pengembangan kegiatan ini. Dan diharapkan
semua pihak bisa mendukung karena mengingat
usaha mikro kecil ini merupakan pilar utama ekonomi yang bisa di jadikan tolak ukur keberhasilan
pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan
perekonomian rakyat.