Usaha pemerintah kabupaten Trenggalek untuk mendatangkan
dan menarik Investor tidak pernah berhenti.Terbukti adanya investor yang mulai
tertarik untuk membuka usaha ternak sapi potong di kecamatan karangan.Sebelum melangkah lebih
jauh Rabu 1 agustus pengembang melakukan paparan pendirian usaha yang dihadiri
Bupati Trenggalek Dr.Ir H Mulyadi,WR.MMT, sekretaris daerah dan Seluruh SKPD.hal
ini di lakukan agar terjadi sinkronisasi antara pengelola dan pemerintah
kabupaten..
Menurut Pengelola, Trenggalek ini mempunyai potensi yang besar dan memenuhi syarat
untuk pengembangan usaha ini.dengan dasar pemikiran potensi alam serta sumber
daya alam yang cukup,infrastuktur yang sangat mendukung kegiatan usaha, tingkat
keamanan yang sangat kondusif dan faktor
peluang aspek pasar yang besar.diungkapkan perwakilan investor joko handoyo
misi pembukaan usaha ini adalah untuk investasi menjajikan dan profit bisnis yang bersifat
padat karya sedangkan visinya adalah dapat menciptkan lapangan kerja baru,dan
juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.sesuai paparan yang disampaikan,
investasi yang akan diperoleh diperkirakan sebesar 255 milyar.diharapkan hal
ini bisa membantu menambah PAD Kabupaten Trenggalek.
Usaha ini akan di dirikan dengan menempati lahan seluas
25.620 M2 dengan luas bangunan 13.375 m2.Lahan yang akan di bangun terletak di RT.28 Rw.02 Ds. Karangan kecamatan karangan. Sesuai Penjelasan Pengelola di areal
ini akan di bangun kandang penggemukan, kandang karantina dan taman rekreasi
ternak. Selain itu untuk pengolahan limbahnya akan menggunakan tehnologi tepat
guna dengan menggunakan tehnologi canggih.Sehingga limbah kotoran sapi akan
terkelola dengan baik dan tidak akan mencemari lingkungan sekitar.
Bupati Trenggalek Dr.Ir.Mulyadi, WR.MMT sangat mendukung
niat para investor untuk pengembangan usaha ini di kabupaten Trenggalek. akan
tetapi bupati juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan kepengurusan
ijin, juga masalah lahan yang akan di tempati. Karena masalah lahan ini
merupakan masalah yang sangat rawan akan menimbulkan konflik di
masyarakat.Dalam acara paparan ini Bupati Trenggalek juga mengajukan pertanyaan kepada pengelola diantaranya bagaimana dengan ternak warga agar tidak di
rugikan. Karena Di kabupaten trenggalek ini terdapat banyak peternak-peternak
kecil yang di khawatirkan nantinya mereka bisa merugi dengan harga yang
ditawarkan dari peternakan ini.
Sebelum menutup acara pemaparan ini bupati juga meminta
beberapa hal kepada pengelola jika usaha ini benar-benar terealisasi, untuk menjadi bahan pertimbangan yang harus di
perhatikan yaitu, pengelola harus memperhatikan kondisi situasi di lingkungan sekitar terutama di kecamatan
Karangan agar tetap aman , Bangunannya harus jauh dari pemukiman penduduk, harus
memperhatikan tanggapan penduduk dan yang tidak kalah pentingnya bupati
berpesan agar tenaga kerja yang akan bekerja di peternakan itu di ambilkan dari penduduk karangan kecuali yang membutuhkan keahlian khusus.