Selasa, 3 Juli 2012
terasa cukup istimewa bagi Kabupaten Trenggalek. Pasalnya Wakil Menteri
Pertanian, DR. Rusman Heriawan mengunjungi
Kabupaten penghasil keripik tempe ini dalam rangka menghadiri panen raya Padi
Hibrida dengan kawasan agensia hayati dan pencanangan tanam SLPTT kedelai dan
jagung Tahun 2012 di Kecamatan Karangan. Wakil Menteri disambut secara resmi oleh
Bupati Trenggalek ,Forpimda beserta Kepala Dinas terkait.
Setiba di kawasan
pertanian di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Wakil menteri yang didampingi
Bupati Trenggalek, Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT langsung meninjau kawasan pertanian yang
sebagian besar menggunakan bibit padi hibrida yang terkenal sebagai salah satu varietas
unggul. Untuk menandai panen raya padi hibrida, Wakil Menteri yang didampingi
Bupati Trenggalek melakukan perontokan padi dan penanaman jagung dan kedelai secara
simbolis.
Dalam kesempatan
tersebut juga diserahkan bantuan kepada kelompok tani diantaranya bantuan benih
padi hibrida sejumlah 22500 kg, kepada 150 kelompok tani dan diwakili oleh
kelompok tani sedap malam desa banaran kecamatan Tugu, bantuan benih padi non
hibrida sejumlah 62500 kg, kepada 100 kelompok tani dan diwakili oleh kelompok
tani mekarsari desa Tumpuk kecamatan Tugu, bantuan benih jagung sejumlah 11250
kg kepada 50 kelompok tani dan diwakili oleh kelompok tani Subur desa Kayen Kecamatan
Karangan, bantuan benih kedelai sejumlah 80000 kg kepada 197 kelompok tani dan
diwakili oleh kelompok tani Tani Maju II desa Karangan Kec.Karangan. Selain itu
juga diserahkan bantuan pembelian peralatan pasca panen kepada dua kelompok
tani, masing-masing kelompok terdiri dari 12 unit paddy mower, 1 unit power
thresher, 10 unit pedal threser, 22 unit terpal dan diwakili oleh
kelompok Tani Banjaran Mukti Desa Kedungsigit kec.Karangan. Secara simbolis,
Wakil Menteri pertanian juga menyerahkan kalender tanam dan rekomendasi
pemupukan padi specifik lokasi oleh Kepala BPTP Jatim.
Dalam
sambutannya, Bupati Trenggalek, Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT menyebutkan bahwa tiga
tahun terakhir, Kabupaten Trenggalek yang memiliki luas lahan sawah hanya
12.300ha sudah berhasil meningkatkan produksi lebih dari 5%. “Hal ini tidak
bisa dilepaskan dari keberhasilan pembangunan pertanian melalui kegiatan
Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Optimalisasi lahan, dan
perbaikan jaringan irigasi desa, dan bantuan langsung pupuk” jelas Bupati.
Bupati
juga mengungkapkan bahwa dengan penduduk mencapai 700ribu jiwa, Kabupaten
Trenggalek telah mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus mengimport. Kepada
Wamen, Bupati mengungkapkan jika salah satu kendala pertanian di Kabupaten
Trenggalek adalah sawah tadah hujan. “Jadi lahan pertanian hanya bisa ditanami ketika memasuki musim penghujan, sedangkan
diluar musim hujan sawah hanya ditanami palawija” ujar Bupati.
Selain melaporkan
tentang perkembangan pertanian di Kabupaten Trenggalek, Bupati juga sempat menyinggung
tentang rencana pembangunan Bendungan Tugu yang diharapkan bisa dimulai
pembangunannya pada Tahun 2013 nanti. Menurut Bupati, jika pembangunan
Bendungan Tugu bisa terwujud maka akan memiliki dampak yang multipurpose.
“ Selain akan bermanfaat dari segi ekonomi, bendungan Tugu akan berguna untuk
irigasi, Pariwisata, Perikanan, bahan baku air minum, Pembangkit Listrik mikrohidro”
ujar Bupati.
Bupati meminta Wamen
untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Trenggalek ini ke Pemerintah Pusat. Salah
satu solusi yang disampaikan Bupati adalah pengalihan dana yang sedianya akan
digunakan untuk pembangunan bendungan Nipah di Sampang yang hingga saat ini
masih mengalami sengketa, untuk bisa dialihkan di Kabupaten Trenggalek . “Kalau
terbangun ini bisa mengairi 120 hektar dan secara langsung akan memberikan
dampak positif di bidang Pertanian” tandas Bupati.
Lebih lanjut
diungkapkan oleh mantan orang nomor satu di Badan Pusat Statistik ini adalah diversifikasi
pangan sebagai sukses kedua. “Diversifikasi pangan ditujukan untuk mencapai
kearifan pangan lokal supaya ketergantungan beras menjadi kurang tekanannnya,
saya yakin Kabupaten Trenggalek memiliki banyak kearifan lokal contohnya yaitu
tiwul” jelas Wamen.
Selanjutnya adalah
bagaimana meningkatkan kualitas secara ekonomi yang kita tanam. Sukses terakhir
yang harus diperhatikan adalah kesejahteraan petani. “Bagaimana kita berusaha
supaya petani sejahtera, bisa menanam yang bagus, serta mendapatkan bibit
unggul.” lanjut Wamen.
Menanggapi tentang curhatan Bupati tentang
kelanjutan pembangunan Bendungan Tugu, Wamen
berjanji untuk menyampaikan usulan Bupati ke Menteri PU dan Dirjen Sumber Daya
Air. “Semua kita kerahkan, supaya mendapat perhatian lebih banyak. “ ungkap
Wamen yang diikuti tepuk tangan seluruh undangan yang hadir.