Penyalahgunaan
narkoba di Indonesia sudah tergolong memprihatinkan. Bahkan menurut hasil
survey terakhir tahun 2011 yang dilakukan oleh Universitas Indonesia
menunjukkan bahwa 15 ribu orang mati sia-sia karena narkoba. Oleh karena itu
dengan tekad yang kuat untuk memberantas penyalahgunaan narkoba, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono menelorkan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan
dan Peredaran Narkoba (P4GN). Dengan program ini diharapkan terwujudnya Indonesia
bebas narkotika Tahun 2015.
Untuk
menindaklanjuti program nasional tersebut sekaligus bertepatan dengan
peringatan Hari Anti Narkoba
Internasional yang jatuh pada 26 Juni 2012, bertempat di Pendopo Kabupaten
Trenggalek, Kamis malam 28 Juni 2012 BNN Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan pagelaran
wayang kulit. Selain dalam rangka sosialisasi bahaya narkoba, pagelaran wayang kulit
juga untuk mengajak para pejabat khususnya dan masyarakat Trenggalek pada umumnya
untuk tetap mencintai budaya Jawa.
Dalam sambutan ketua
BNN Kabupaten Trenggalek, AKBP Abdul Syukur menegaskan bahwa pemberantasan narkoba
bukan hanya tanggung jawab BNN tapi semua pihak mulai kalangan akademisi hingga
pejabat. BNN Trenggalek sendiri telah menyelenggarakan penyuluhan,
kaderisasi, tes urin, rehabilitasi dan pemberantasan dengan sasaran seluruh
masyarakat Trenggalek yang meliputi instansi pendidikan , instansi swasta dan
pemerintah. “BNN Kabupaten Trenggalek bertujuan untuk mewujudkan Trenggalek
sebagai kota berteman hati yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.”
ungkapnya.
Menanggapi tentang
bahaya narkoba yang semakin tidak terkendali, dalam sambutannya Bupati
Trenggalek, Dr.Ir. Mulyadi WR, MMT mengungkapkan bahwa Kabupaten Trenggalek
telah sedang dan akan melakukan berbagai upaya untuk menekan ruang gerak para
pelaku penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. “Salah satunya dengan
melakukan desiminasi dengan menggelar wayang kulit” jelas Bupati.
Dengan menghadirkan dalang
dari Blitar Ki Dalang H.Sukron Suwondo, Bupati sangat setuju dengan
dilaksanakannya pagelaran wayang kulit ini. Selain untuk mensosialisasikan
bahaya narkoba, menurut Bupati pergelaran wayang kulit merupakan wahana yang
pas untuk melestarikan budaya bangsa.
Diakhir sambutannya,
Bupati mengungkapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Trenggalek dan segenap masyarakat yang telah
ikut berperan serta memberikan kontribusi dalam bentuk apapun sehingga terselenggaranya
acara ini.