Dr.Ir.Bushar Maidi M.Si ( Set Dirjen Industri Kecil menengah kementerian perindustrian RI ) dalam sambutannya mengatakan dengan adanya moratorium pengiriman tki ke timur tengah, pemerintah harus menyediakan lapangan kerja baru untuk menampung para tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar negeri khususnya timur tengah. Seperti di trenggalek kita bentuk kelompok dan dilatih serta dididik untuk berwira usaha dengan harapan nantinya akan bisa mandiri. Oleh sebab itu harus kerja keras,bersemangat dan terus belajar serta bercita-citalah yang tinggi disertai dengan usaha.
Dr.Ir.Mulyadi WR,M.MT dalam sambutannya antara lain mengatakan pembangunan industri menjadi salah satu pilar pembangunan perekonomian daerah,yang diarahkan dengan menerapkan prinsip pembangunan industri yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada. Trenggalek juga merupakan kantong-kantong TKI ,dimana tki yang sudah habis masa kontraknya dan pulang ke daerah, apabila tidak ada perhatian dari pemerintah baik pusat,provinsi maupun daerah akan menjadi permasalahan baru. Oleh karena itu dengan adanya wira usaha baru persepatuan ( alas kaki ) yang didukung oleh Dinas Perindag provinsi,BPIPI,Direktorat IKM dan Asprisindo maka permasalahan diatas dapat diatasi.
Pada akhir sambutannya bupati mengatakan bahwa untuk mewujudkan pembangunan industri di kabupaten trenggalek masih perlu dukungan lebih lanjut dengan membentuk WUB/KBU yang baru.
Selesai acara launching bupati,set dirjen IKM,Ketua DPRD,Ketua Aprisindo dan dinas Perindag provinsi jawa timur meninjau pusat sentra Kripik tempe,kerajinan bambu dan kerajinan genteng.