Hadir dalam acara tersebut team penilai dari Provinsi, Asisten Pemerintahan dan Kesra,Dinas terkait, Muspika serta tokoh masyarakat desa Dermosari.
Drs.Puji Hartono,MM selaku ketus team penilai dalam sambutannya antara lain mengatakan masalah narkoba merupakan ancaman yang serius dimana setiap daerah kena, hal tersebut bisa memicu aksi kejahatan sehingga akan mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. Di jawa timur tahun 2010 terjadi 2478 kasus narkoba,sedangkan pada tahun 2011 mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 3039 kasus.
Oleh sebab itu tugas berat ini harus kita pikul dan laksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat diantaranya seperti kegiatan lomba hari ini.
Ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba ini diantaranya kelembagaan,sarana dan prasarana,program kerja,peran aparat baik kepala desa maupun babinkamtibmas dan yang paling utama adalah peran serta masyarakat di dalam ikut serta menangani masalah narkoba.
Sigit Agus Hari Basuki, SH, M.Si Asisten Pemerintahan dan kesra dalam sambutan mengatakan bahwa penyalahgunaan Narkotika,
Psikotropika, dan Zat Adiktif lainya di Indonesia telah mencapai taraf yang
sangat memprihatinkan sehingga bisa mengancam kehidupam masyarakat dan bangsa ini. Dari
sumber Jurnal P4GN BNN 2011, Jatim, penyalahgunaan Narkotika yang terjadi pada
tahun 2011, Provinsi Jawa Timur menempati peringkat kelima.
Berdasarkan data kasus Narkoba di Jawa Timur yang terus meningkat ini, Asisten berharap masyarakat harus ikut berperan dan membantu pencegahan , pemberantasan peredaran, penyalahgunaan serta pasar gelap Narkoba, karena tanpa bantuan masyarakat semua itu hanya simbol belaka dan jangan banyak berharap keberhasilannya.
Pada akhir sambutannya Asisten mengatakan Bupati trenggalek berkomitmen " Narkoba Tidak Boleh Beredar di Trenggalek "