Sebagai institusi
pendidikan islam tertua di Indonesia, Pondok Pesantren dituntut tidak hanya
mengajarkan ilmu-ilmu agama dan nilai-nilai islam yang melahirkan kader-kader
ulama dan pemuka masa depan, tetapi juga mampu mengembangkan ilmu dan
teknologi, ekonomi serta budaya yang melahirkan SDM produktif yang menguasai
IPTEK serta memiliki kepekaan sosial dalam mengurusi persoalan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Bupati Trenggalek, Dr.Ir.Mulyadi WR MMT ketika
menghadiri Haflah Akhirussanah Madrasah Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat
Pondok Pesantren Qomarul Hidayah, Tahun 2012 M/1433 H bertempat di Pondok
Pesantren Qomarul Hidayah, Kecamatan Tugu.
Lebih lanjut
disampaikan Bupati, pesantren sebagai lembaga sosial juga dituntut mampu
menjaga harmoni masyarakat melakukan kontrol
sosial, dan sebagai pusat perubahan sosial yang pada gilirannya menumbuhkan
penguatan masyarakat. “Pondok pesantren berkewajiban meningkatkan kualitas dan
citranya di mata masyarakat” pesan Bupati.
Terkait dengan peran
pondok pesantren sebagai ladang penghasil santri yang nantinya diharapkan mampu
berdampak positif terhadap lingkungan sekitar, Bupati berharap pesantren mampu
menghasilkan santri yang berkualitas diantaranya mampu memberikan keuntungan
pragmatis bagi aspek yang berdimensi budaya, edukatif dan sosial.
Dari aspek sosial, pesantren
akan mampu menghasilkan solidaritas sosial yang tinggi antar manusia. Selain
itu, dari aspek edukatif pesantren dipandang mampu menghasilkan calon pemimpin
agama yang piawai menaungi kebutuhan praktik keagamaan masyarakat sekitar. Sedangkan
dalam aspek sosial keberadaan pesantren dianggap menjadi community learning
centre yang berfungsi menuntun masyarakat hingga memiliki lifestyle
agar hidup dalam kesejahteraan. “ Maka tak salah jika pesantren dianggap
sebagai laboratorium sosial yang membidani kelahiran tokoh-tokoh yang dihormati
serta ikut andil dalam pembangunan bangsa lewat sumbangsih pemikiran yang
brilian” ujar Bupati.
Diakhir sambutannya,
Bupati berharap semoga dengan diadakannya acara ini bisa menjadi ajang untuk menghasilkan
para santri yang benar-benar memiliki ilmu keislaman yang mendasar, utuh, dan
berkualitas dan dapat mengamalkannya di sepanjang perikehidupan.