Bertempat di
Bhawarasa, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Kantor Kesatuan Bangsa,
Politik dan Lintas Masyarakat (Kesbangpolinmas) menyelenggarakan seminar penanggulangan
dan antisipasi penyakit masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah di Kabupaten
Trenggalek pada Selasa, 5 Juni 2012. Acara ini mengundang sekitar 50 orang yang
berasal dari beberapa kalangan mulai dari SKPD terkait, camat se-Kabupaten
Trenggalek, organisasi masyarakat, OSIS serta kalangan pendidik.
Selain dianggap
sebagai salah satu hambatan terbesar dalam laju pembangunan, penyakit
masyarakat tersebut menyebabkan nilai –
nilai yang terkandung dalam Pancasila mulai menguap dan luntur. Oleh karena
itu, seminar semacam ini dianggap sangat penting terutama untuk menyamakan
persepsi bagaimana menanggulangi hambatan yang terjadi. “Sehingga tidak berkembang di masyarakat dan
untuk lebih efektifnya selain penegakan hukum juga diadakan pendekatan kemasyarakat”
lanjut Drs Budianto
Dengan dimoderatori
oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, seminar ini diisi oleh Kapolres Trenggalek
serta Dandim 0806. Masing-masing
Menanggapi tentang penyakit
masyarakat yang marak terjadi di masyarakat, Bupati Trenggalek, Dr.Ir Mulyadi
WR, MMT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan
Kesra, Sigid Agus hari Basuki, SH, M.Si
mengaku cukup prihatin. Bupati beranggapan jika naiknya angka kriminalitas di
masyarakat sebagian besar terjadi akibat penyakit masyarakat. “Penyakit masyarakat
antara lain peredaran dan penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja dan penggunaan
minuman keras” lanjut Bupati
Upaya untuk mengatasi
penyakit masyarakat ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun Kabupaten
Trenggalek yang notabene sedang dan terus membangun juga diharapkan perlu
memberikan perhatian khusus mulai dari TNI, POLRI dan organisasi kemasyarakatan.
“Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pendekatan persuasif atau jika
diperlukan tindakan represif agar fenomena ini tidak terus tumbuh di masyarakat
sehingga menghambat laju pertumbuhan di masyarakat” pungkas Bupati mengakhiri
sambutannya.