Rancangan laporan
daerah tersebut memuat laporan keuangan yang meliputi laporan keuangan. Untuk
diketahui, laporan keuangan ini telah mendapat review dari inspektorat
Kabupaten Trenggalek pada 20 Pebruari hingga 26 maret 2012 juga diaudit oleh
BPK RI selama 45 hari kerja dengan pendapat (opini) wajar dengan pengecualian.
Menanggapi hal ini, Bupati Trenggalek, Dr.Ir Mulyadi WR, MMT menyatakan bahwa
opini dari BPK RI belum sesuai yang
diharapkan.“Ini sebagai pertanda bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi,
komitmen serta dukungan semua pihak untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan
tentang pengelolaan keuangan daerah secara konsisten dan taat azas” ujar
Bupati.
Pada pos pendapatan
yang arahnya berfokus pada peningkatan dan optimalisasi pendapatan asli daerah
khususnya pada penerimaan pajak daerah, Bupati menjelaskan bahwa pada Tahun
Anggaran 2011 pendapatan daerah terealisasi 948 milyar 217 juta 914 ribu 496
rupiah 88 sen atau 100, 16 % melampaui target sebesar 5 milyar 738 juta 283
ribu 628 rupiah, 94 sen.
Sementara untuk pos
belanja yang difokuskan dalam penyusunan kebijakan untuk mencapai
sasaran-sasaran daerah yang strategis dan mendesak, dari Tahun Anggaran 2011 yang
dianggarkan 1 trilyun 19 milyar 191 juta 329 ribu 567 rupiah, 70 sen
terealisasi 935 milyar 917 juta 289 ribu 32 rupiah atau 91,83 % berkurang
sebesar 83 milyar 274 juta 40 ribu 535 rupiah 70 sen. Terkait dengan hal ini,
Bupati menanggapi bahwa hal ini terjadi karena adanya penghematan belanja dan
ada beberapa kegiatan yang tertunda pelaksanaannya.
Jika dilihat dari
pos pendapatan dan pos belanja maka terdapat selisih lebih sebesar 9 milyar 900
juta 397 ribu 938 rupiah, 88 sen. “Angka
ini menunjukkan pelaksanaan APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2011 yang mengalami
surplus” jelas Bupati.
Sedangkan dari segi
pembiayaan terutama penerimaan pembiayaan Tahun Anggaran 2011 telah dianggarkan
sebesar 82 milyar 464 juta 700 ribu 830
rupiah, 26 sen dan terealisasi sebesar 80 milyar 964 juta 19 ribu 204 rupiah,
20 sen. Dengan begitu menunjukkan adanya kekurangan dari yang telah ditetapkan
sebesar 1 milyar 500 juta 681 ribu 626 rupiah 6 sen. Sementara itu, pengeluaran
pembiayaan Tahun 2011 dianggarkan 3 milyar 250 juta terealisasi 3 milyar 250
juta rupiah atau 100% sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. “Pengeluaran
pembiayaan ini digunakan untuk penyertaan modal (investasi) Pemerintah Daerah”
ungkapnya.
Dalam kesempatan
tersebut, Bupati sempat menyinggung tentang penghematan konsumsi BBM bersubsidi.
Bupati mengajak semua komponen untuk berpartisipasi aktif ikut menyukseskan program
tersebut, dimana kita harus berupaya agar penghematan dapat dilakukan setiap
sektor pemerintahan khususnya di Kabupaten Trenggalek.