Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten
Trenggalek menandatangani pakta intregritas di Gedung Bhawarasa Jumat (30/3).
Hadir dalam penandatanganan tersebut Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR,
M.MT dan Wakil Bupati Trenggalek Kholiq, S.H.
Pakta Integritas merupakan salah satu alat yang dikembangkan
Transparency International pada tahun 90-an. Tujuannya adalah menyediakan
sarana bagi pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat umum untuk mencegah
korupsi, kolusi dan nepotisme terutama dalam kontrak-kontrak pemerintah.
Menurut Inspektur Kabupaten Trenggalek, Joko Wasono,SH,MM penandatanganan
pakta integritas di Gedung Bhawarasa hanya simbolis, yang diwakili oleh Sekretaris
Daerah, Direktur Rumah Sakit, Staf Ahli, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala
Kantor dan Camat. Untuk kepala SKPD yang lain penandatanganan akan dilakukan di
Inspektorat Kabupaten Trenggalek.
Bupati Trenggalek dihadapan seluruh kepala SKPD menyampaikan bahwa
penandatanganan pakta integritas ini salah satu cara untuk mewujudkan
penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN sesuai dengan UU No 28 Tahun
1999.
“Penandatanganan Pakta Integritas merupakan salah satu awal dalam
melaksanakan pakta integritas yang berisi pernyataan atau janji pada diri
sendiri tentang komitmen dalam melaksanakan tugas, fungsi, tanggung jawab,
wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta kesanggupan
untuk tidak melaksanakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme” ucap Bupati.
“Penandatanganan pakta integritas ini harus dilakukan oleh seluruh
pejabat struktural dan PNS lainnya, oleh karena itu kepada para kepala SKPD
harus ditindaklanjuti kepada seluruh bawahannya. Dan diharapkan
melalui momentum ini sebagai tonggak dan pondasi dalam melaksanakan pemerintahan
yang baik di Pemkab Trenggalek sebagai bingkai reformasi birokrasi sehingga tujuan
kita membangun Trenggalek bisa terwujud.
Sementara itu, untuk Bupati Trenggalek telah melaksanakan
penandatanganan pakta integritas pada 6 Maret yang lalu bersama dengan Bupati
dan Walikota seluruh Jawa Timur serta semua kepala SKPD Lingkup Pemerintah
Provinsi Jawa Timur yang disaksikan oleh Wakil ketua KPK Busyro Muqodas dan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar di
Gedung Grahadi Surabaya.
