![]() |
| Bupati Hadiri Temu Teknis Penyuluh |
Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten
Trenggalek melaksanakan temu teknis antara petani dan penyuluh lapangan dengan
pola sekolah lapang (SL) agrobisnis melalui demonstrasi farm (demfarm) di Desa
Banaran Kecamatan Tugu pada kamis (19/4). Pada kesempatan itu hadir Bupati
Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR, M.MT., Kepala Dinas Perhutbun Ir. Joko Surono, Kepala Bappeluh Ir. Eko Wahyu Widodo, MMA, Muspika Kecamatan Tugu,
Penyuluh, dan para petani.
Dalam laporannya, Kepala Bappeluh
mengatakan bahwa kegiatan SL demfarm ini diselenggarakan di 4 (empat) Kecamatan
yaitu Kecamatan Tugu, Suruh, Pogalan dan Watulimo. Pelaksanaan temu teknis
dilaksanakan di desa Banaran karena desa banaran adalah desa yang melaksanakan
sekolah lapang yang pertama kali dibandingkan dengan desa-desa dikecamatan
lainnya.
Kegiatan sekolah lapang agribisnis melalui
demfarm merupakan kegiatan pendidikan bagi petani seluruhnya. Dalam sekolah
lapang ini digunakan bibit inpari13 serta pupuk organik 3 ton perhektar. “Hampir
semua kelompok tani kita berikan penyuluhan untuk membuat pupuk organik secara
sederhana namun tetap sesuai standart” ucap kepala bapeluh. Dari hasil uji coba
produksi padi bisa mencapai 8-13 ton sehingga perlu di ujicoba secara luas kepada
petani secara bertahap.
Sebelum datang ke balai desa Banaran
Bupati Trenggalek menyebar pupuk di persawahan banaran dan disaksikan oleh
petani. Dalam sambutannya di Balai Desa Banaran Bupati mengharapkan dengan
penggunaan pupuk organik, Trenggalek tidak akan kekurangan pupuk lagi. “Karena
selama ini, pupuk kita selalu kurang, kedepan tidak boleh lagi” ucap Bupati.
Kegiatan Sekolah lapang ini akan sangat
bermanfaat bagi para petani. “Kalau diajarkan secara teori saja akan sulit
diserap oleh petani sehingga perlu praktik secara langsung seperti sekolah
lapang ini” imbuh Bupati, kalau hasilnya bagus pasti akan
dicontoh oleh orang lain. Untuk itu perlu dilakukan percobaan-percobaan dan
penelitian guna memaksimalkan potensi yang ada.
Bupati juga
mengungkapkan bahwa kelemahan pertanian di Trenggalek adalah tentang air.
Sebagian besar persawahan adalah sawah tadah hujan, sehingga kalau saat musim
kemarau akan kekeringan. Untuk mengatasi tersebut Bupati mohon dukungan dan doa
untuk pembangunan Bendungan Tugu. Bendungan tersebut yang membangun adalah
pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. Kalau Bendungan teresebut terwujud,
akan mampu mengairi sawah yang selama ini merupakan sawah tadah hujan sehingga
bisa memaksimalkan potensi pertanian di Trenggalek.
Setelah dari Balai Desa Banaran Bupati
meninjau Dusun Kuncen Desa Banaran. Dusun ini salah satu dusun yang hanya bisa
diakses dengan kendaraan roda dua saja karena dipisahkan oleh sungai dan bukit.
Sementara ini, untuk menghubungkan dengan dunia luar hanya terdapat jembatan
gantung yang tidak bisa dilewati mobil. Selanjutnya, Bupati meninjau
pelaksanaan e-KTP yang dilaksankan di Kecamatan Tugu.

