Kekerasan perempuan, woman
trafficking, kemiskinan dan masalah pendidikan mungkin hanya segelintir isu
yang sering menghinggapi kaum perempuan
saat ini. Oleh karena itu, untuk menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan dan
sebagai upaya menghormati hak asasi manusia, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan
Keluarga Berencana (BPPPAKB) Kabupaten Trenggalek mengajak seluruh elemen pemerhati dan pejuang
perempuan mulai dari politikus, PNS, anggota GOW serta tokoh wanita lainnya untuk berdialog dalam acara dialog perempuan dalam
rangka pengarusutamaan gender untuk organisasi perempuan pada Selasa, 6
Pebruari 2012 bertempat di Balai Benih Ikan. Selain itu hadir pula Wakil Ketua
DPRD Kabupaten Trenggalek, Hj. Mikhlasiati Samsuri, SE, MM serta ketua Pansus
pembahasan Perda Perempuan, Mukhiarti , S. Ag , M.Ag.
Kepala BPPPAKB, Machfud Effendi, SH, MM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dialog ini merupakan awal penting dalam menyusun Perda tentang perempuan dan anak-anak yang sekarang masih dalam pembahasan. Oleh karena itu, kedatangan tokoh pemerhati masalah perempuan dan gender sangat diharapkan. “ Usulan-usulan dari tokoh organisasi perempuan sangat kami tunggu,sehingga pelaksanaan penyusunan Perda perempuan bisa segera direalisasikan” ungkapnya.
Kepala BPPPAKB, Machfud Effendi, SH, MM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dialog ini merupakan awal penting dalam menyusun Perda tentang perempuan dan anak-anak yang sekarang masih dalam pembahasan. Oleh karena itu, kedatangan tokoh pemerhati masalah perempuan dan gender sangat diharapkan. “ Usulan-usulan dari tokoh organisasi perempuan sangat kami tunggu,sehingga pelaksanaan penyusunan Perda perempuan bisa segera direalisasikan” ungkapnya.
Namun yang paling penting, usulan-usulan dari tokoh
pemerhati masalah perempuan ini bisa menghasilkan regulasi yang aplikatif dan berpihak
pada wanita.
Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Trenggalek, Ir.
Yudi Sunarko, M.Si selaku Ketua Pokja Pengarus Utamaan Gender (PUG). Menurutnya,
dialog yang diselenggarakan kali ini sangat besar peranannya terutama sebagai
tempat penjaringan aspirasi dari kaum perempuan. Dari hasil diskusi nanti
diharapkan akan lahir masukan-masukan yang menghasilkan Perda yang membumi dan
ramah kepada perempuan. “Semakin banyak perempuan yang ikut serta dalam
pengambilan keputusan maka masalah perempuan juga akan mudah mendapatkan solusi”
pungkasnya.