Dinas Koperindagtamben, Satpol-PP, Dinkes
dan Bagian Perokonomian Setda menggelar pemeriksaan terhadap peredaran barang
dan jasa yang beredar di masyarakat Trenggalek. Kegiatan Pemeriksaan ini
dilakukan selama 2 (dua) hari di beberapa kecamatan. yiatu kecamatan
Trenggalek, Bendungan, Kampak dan Gandusari pada hari Senin (19/3) dan Selasa
(20/3) kemarin.
Tim gabungan ini blusukan ke sejumlah toko.
Tidak hanya sidak pada took makanan saja namun juga di beberapa toko elektronik
yang ada di 4 (empat) kecamatan tersebut. Mereka memeriksa barang – barang yang
dijual.
![]() |
| Makanan Bayi yang Telah Melewati Tanggal Kadaluwarsa |
Kasi Bina usaha dari Diskoperindagtamben
menyampaikan “Memang ada masih ditemukan jajanan hasil olahan rumah tangga yang
polos’’. Dikatakan dia, pengertian polos berarti kemasan didalam makanan ini
tanpa dicantumkan izin industri rumah tangga (PIRT) serta alamat produksi
hingga tanggal kadaluwarsa ini. “Ada satu atau dua jenis saja yang kami
temukan. Namun penanganan dilakukan secara persuasif,” tandas M Hasan ini.
Dengan langkah persuasif ini, lanjut M
Hasan, produsen dan pemilik toko bisa memperbaiki praktik jual. Artinya, secara
cermat memeriksa makanan jika kadaluwarsa.
Sedangkan untuk produsen akan dilakukan
pembinaan terkait prosedur produksi barang. Agar kemasan dan kualitas barang
yang dijual sudah standar. Hal itu dilakukan agar konsumen tetap terlindungidan
merasa aman.“ Bagaimanapun konsumen ini juga perlu dilindungi, sudah menjadi
hak konsumen. Kini tinggal pengawasan,” jelas dia.
Hasan melanjutkan, pihaknya meminta
masyarakat meneliti sebelum membeli barang tersebut.Perlu dilihat tanggal
hingga izin kemasan, termasuk dari nama produk, berat bersih, alamat produsen
dan komposisi. “Kami akan terus pantau untuk peredaran mamin dan barang-barang
tidak standar, karena telah menjadi agenda rutin tiga bulan tahun 2012 ini.Agar
tidak kecolongan,” papar M Hasan ini.
Sedangkan
Suprihatin pemilik toko elektronik menyatakan, saat ini konsumen jeli, dalam
memilih merek barang.Sebab, mereka percaya akan akan kualitas. Jadi jika memang
ada barang-barang yang masih meragukan,mereka bakal berfikir ulang untuk
membawa pulang. Ditunjang, dengan sosialisasi untuk barang-barang ber-SNI di
media.
