![]() |
| Bupati Trenggalek berfoto bersama masyarakat |
Menjadi seorang pemimpin tidak hanya bekerja dimeja saja, namun ada
kalanya perlu meninjau langsung ke lapangan. Bupati Trenggalek Dr. Ir. H.
Mulyadi WR, M.MT bersama Kepala Dinas PU Binamarga dan Pengairan, Dinas PU Permukiman
dan Kebersihan, Kepala Dinas Nakertransos, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala
Dinas Koperindagtamben, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan serta Tim
Penilai JPIP Otonomi Award 2012 dengan meninjau beberapa lokasi di Kecamatan
Kampak pada Kamis pagi 29/03.
Bupati Trenggalek bersama rombongan meninjau lokasi program padat
karya yakni pembuatan makadam jalan di Dusun Branjang Desa Bogoran Kecamatan Kampak.
Puluhan warga masyarakat bersama-sama membuat jalan makadam sepanjang 2
kilometer. Pembuatan makadam jalan ini untuk mempermudah transportasi warga
untuk saling terhubung dengan wilayah lain. Bupati mengharapkan agar nanti bisa
ditingkatkan dengan pengaspalan.
Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan kepada tim JPIP Otonomi
Award bahwa kegiatan ini merupakan program padat karya untuk membantu masyarakat.
Tidak hanya meningkatkan kualitas jalan namun bisa membantu ekonomi masyarakat
karena pekerjanya merupakan warga sekitar lokasi pembuatan macadam jalan. “Jalan ini dulunya merupakan jalan setapak dan
kini telah menjadi jalan yang lebih lebar dan kini telah dimakadam” ucap
Bupati. Karena bersamaan dengan kedatangan tim penilai JPIP Otonomi Awar 2011,
maka diajak sekalian meninjau langsung salah satu inovasi yang dilaksanakan
pemerintah trenggalek yaitu program stimulan.
Bupati menegaskan jika proyek ini diserahkan kepada pihak ketiga
hasilnya pasti tidak sebaik proyek yang dikerjakan secara swadaya oleh
masyarakat. Karena masyarakat merasa memiliki jalan tersebut maka pelaksanaan
harus sebaik mungkin, bahkan ada dana dari swadaya masyarakat sendiri. Sehingga
secara fisik hasilnya bisa lebih dari 100 persen. Berdasarkan data yang dimiliki Bapemas,
realisasi fisik dari dana stimulan pada tahun 2011 mencapai 182 persen.
Usai meninjau jalan tersebut, rombongan selanjutnya meninjau
jembatan bogoran. Jembatan tersebut mengalami ambles sehingga perlu jembatan
baru. Untuk sementara ini proses yang sudah dikerjakan pada tahun 2011 adalah
pondasi jembatan. Tentunya kedepan akan diselesaikan pada tahun anggaran 2012.
Masih di kampak, Bupati juga meninjau kios pasar kampak yang tidak
digunakan. Bupati berdialog dengan Bu Nuryati, pedagang yang istirahat disana.
Nuryati mengatakan bahwa untuk biaya sewa kios pasar kampak dimudahkan sesuai
dengan kemampuan pedagang. Untuk tahun pertama pedagang membayar penuh satu
tahun, untuk tahun berikutnya bisa dibayarkan perbulan. Ini supaya kios yang
sudah dibangun sejak tahun beberapa tahun lalu tidak nganggur.
Menanggapi hal tersebut Bupati menyarankan kepada Kepala Desa untuk
dimusyawarahkan lagi dengan mengumpulkan para pedagang dan mengundang pihak
dari Pemkab dan dibuatkan berita acara, sehingga dapat diketahui apa yang
diinginkan pedagang. Bupati menekankan yang terpenting dahulu adalah kios
tersebut ada yang mau menggunakan sehingga tidak mangkrak.
