Bertempat di Gedung Bhawarasa Selasa
(14/2) pagi berlangsung penandatanganan perjanjian kerjasama antara Perum
Perhutani KPH Kediri dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Perjanjian
kerjasama tersebut berisi tentang
pemanfaatan kawasan lingkungan Gunung Jaas pada Petak No: 77c.
Dalam wilayah pangkuan RPH Trenggalek, BKPH Trenggalek,
KPH Kediri atau dalam
wilayah Kelurahan Ngantru untuk pengembangan perekonomian.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini
dilakukan oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT dan
Administratur/KKPH Kediri Ir. Yahya Amin, MP. Sebagai saksi adalah Waka
Adm/KSKPH Kediri Selatan Wahyu Dwi Hadmojo, S.Hut, MM dan Asisten Pemerintahan
dan Kesra Sekda Sigid Agus Hari Basoeki S.H,M.Si. Turut Hadir dalam acara
tersebut Wakil Bupati Trenggalek, Forpimda Kab. Trenggalek, Asisten I Sekda,
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas
Pendapatan, Kepala Dinas Perhutbun, Kabag Hukum.
![]() |
| Bupati Trenggalek bersama Administratur KKPH Kediri |
Kerjasama yang akan berlangsung selama 20
tahun ini pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan mengelola lingkungan Gunung
Jaas berupa kegiatan perdagangan dan wanawisata tanpa mengubah status kawasan
hutan. Luas lahan dalam perjanjian ini seluas 0,1 hektar. Pemerintah Kabupten
Trenggalek sebagai pengelola kawasan
tersebut akan menerima bagi hasil 70 % dar pendapatan bruto sedangkan Perhutani
sebagai pemilik lahan sebesar 30 %.
Dalam sambutannya sebelum menandatangani
perjanjian kerjasama tersebut, Administratur/KKPH Kediri menyampaikan hampir
sebagian besar wilayah KPH Kediri berada di Kabupaten Trenggalek atau hampir
60%. “Salah satu kontribusi sumbangan dari Trenggalek, yaitu dari produksi getah
kami mencapai 108 % atau sekitar 10.400 ton 70 % dari Trenggalek” ucap Yahya
Amin.
Ir. Yahya Amin, MP selanjutnya akan
pindah tugas di Surabaya sebagai sekretaris unit dan legal head dan untuk
sementara waktu sebagai Plt. Administratur/KKPH Kediri adalah Slamet Winarto yang saat ini sebagai Adm
Nganjuk. “Dengan tulus hati saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati
Trenggalek beserta jajaran Pemkab Trenggalek, karena telah melaksanakan
kerjasama yang baik selama ini” imbuh Yahya Amin.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati
Trenggalek mengungkapkan bahwa kerjasama dengan perhutani merupakan salah satu
bagian penting dalam pembangunan Trenggalek mengingat sebagian besar potensi di
Trenggalek ada di lahan milik Perhutani. Ada beberapa kerjasama yang telah
dilaksanakan diantaranya adalah pengelolaan kawasan Wisata Karanggongso dan Wisata
Goa Lowo. “Selain itu ada pula beberapa potensi tambang yang ada di lahan
perhutani, oleh karena itu perlu ditindaklanjuti kerjasama di wilayah yang lain”
tutur Bupati.
Selanjutnya
Bupati juga berpesan, siapapun pimpinannya di perhutani kerjasama tetep bisa
berlanjut. “Karena bagaimanapun juga jika orangnya ganti, namun system tidak
boleh berhenti harus tetap berjalan” lanjut Bupati. Kepada Kepala Dinas yang terkait diharap
melakukan koordinasi dengan perhutani untuk mengembangkan potensi-potensi yang
ada di Trenggalek. “Saya tidak suka ada Kepala Dinas yang berprinsip
biasanya seperti ini ya seperti ini” tegas Bupati. Karena potensi trenggalek
luar biasa perlu adanya inovasi dari para Kepala Dinas untuk memanfaatkannya.
