Untuk melestarikan budaya,
terutama wayang kulit maka pada tgl 25/2 telah diselenggarakan pagelaran wayang kulit yang bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek dengan mengambil lakon Baratayudha Ranjaban. Pagelaran ini
diselenggarakan atar kerjasama ISI Surakarta, Pemerintah Kabupaten Trenggalek
dan Yayasan Negarakertagama Jakarta dengan dalang Ki Kasim Kasdo Lambodo dari
Institut Seni Indonesia Surakarta.
![]() |
| Asisten Menyerahkan Cindera Kepada Pembantu Rektor III |
Turut menyaksikan pejabat
lingkup pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Masyarakat Umum. Pagelaran wayang
kulit tidak sampai semalam suntuk, namun hanya sampai pukul 01.00 WIB. Ini bukan tanpa alasan namun
untuk memberikan kesempatan kepada penonton terutama PNS lingkup Pemkab Trenggalek
untuk istirahat sehingga keesokan harinya bisa bekerja dengan baik.
Sebelum pagelaran wayang
dimulai Pembantu Rektor III ISI Surakarta Prof. Dr. Sarwanto, S. Kar, M. Hum
menyampaikan pertunjukan wayang di Trenggalek merupakan pertunjukan ke sepuluh di
Jawa Timur pada putaran kedua, pada putaran pertama dilaksanakan di sepuluh
kabupten di Jawa Tengah. “Pagelaran
wayang kulit ini merupakan salah satu pelestarian budaya” ucap pembantu rektor III
ISI Surakarta.
Wayang kulit telah
dikukuhkah sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi
dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible
Heritage of Humanity ) dari Indonesia sejak tanggal 7 nopember 2003 oleh
UNESCO(Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB). Oleh karena itu
sayang sekali kalau bangsa kita kalau tidak melastarikan” imbuh Prof. Dr.
Sarwanto, S. Kar, M. Hum saat memberikan sambutan.
Mewakili Bupati Trenggalek
dalam membacakan sambutan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sigid Agus Hari
Basoeki, S.H., M.Si. menyampaikan terima kasih atas kesediannya untuk
menyelenggarakan pagelaran wayang kulit di Pendopo Kabupaten Trenggalek. Kami berharap
pagelaran wayang kulit ini bukan hanya formalitas namun ini merupakan tugas
kita untuk mendukung lestarinya seni dan budaya yang kita miliki. Selain itu
untuk mendukung pemerintah dalam menumbuhkan usaha ekonomi kreatif sebagai
salah satu jalan dalam menyejahterakan masyarakat.
![]() |
| Ki Kasim Kasdo Lamono |
Bupati Trenggalek juga
berpesan saat menyaksikan pagelaran wayang kulit jangan hanya dinikmati
visualisinya saja. Karena pagelaran wayang kulit bukan hanya pertunjukan namun
didalamnya juga terdapat tuntunan. “Banyak pesan-pesan moral yang dapat kita
hayati untuk meningkatkan budi pekerti dan menata kehidupan kita” ucap Asisten
Pemerintahan dan Kesra . Selain itu banyak tokoh-tokoh pewayangan yang bisa
kita teladani.
Dalam kesempatan itu juga
diserahkan cindera mata sebagai wujud ikatan tali silaturrahmi yang telah
terjalin antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Institut Seni Indonesia
Surakarta. Pagelaran wayang kulit dimulai dengan ditandai penyerahan Gunungan
oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra kepada dalang Ki Kasim Kasdo Lamono.

