![]() |
| Peresmian Klinik Dengan Pemukulan Gong Oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR, M.MT. |
Kini masyarakat di
sekitar Watulimo tidak perlu bingung mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebab, di
daerah tersebut telah dibuka pelayanan kesehatan yakni Klinik Diensar. Klinik yang
memiliki motto Tombo Teko Loro Lungo dibuka oleh Bupati Mulyadi kemarin (24/1). Klinik ini terletak di Desa Watulimo tepatnya di Depan Balai Desa Watulimo Kec. Watulimo.
Pada pembukaan
tersebut hadir Ketua DPRD Trenggalek Akbar Abbas, Kepala Dinas Kesehatan Sugito
Teguh Ketua Panitia Peresmian klinik Ahmad Djuazi Turseno, serta sejumlah
pejabat dan tokoh setempat. Pembukaan klinik ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan
prasasti serta pengguntingan pita.
Dengan dibukanya
klinik tersebut, ini memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi warga
Watulimo. Usai dilakukan guting pita, tamu undangan berkunjung ke ruang klinik.
Bahkan Bupati Mulyadi beserta istri, menyempatkan diri memeriksakan kesehatannya, sebelum penutupan rangkaian acara pembukaan klinik tersebut berakhir.
“Klinik ini ingin
memberikan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar Watulimo, tentu dengan tenaga
kesehatan yang telah disiapkan dari manajemen,” jelas Djauzi – panggilan Ahmad
Djauzi Turseno. Klinik
ini telah menyiapkan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis penyakit
dalam, dokter umum, bidan, perawat, hingga apoteker. Selain itu juga dilengkapi dengan
fasilitas penunjang klinik, seperti ruang rawat inap dan jalan, laboratorium,
ruang KB, konsultasi ibu dan anak.
Diharapkan nanti
dalam operasional klinik ini, warga Watulimo dan sekitarnya bisa memanfaatkan
dengan baik. “Kami tetap utamakan pelayanan dan kualitas tenaga medis sebagai
bukti peduli dalam dunia kesehatan,” terang anggota DPRD Trenggalek ini.
Bahkan bentuk
kepedulian ke warga, dari pihak klinik ini memberikan 500 kupon gratis bagi
warga untuk berobat. Tujuannya, warga bisa mengetahui langsung kualitas
pelayanan dari tenaga medis. Dia menambahkan, bukan hanya peduli tentang
kesehatan warga, tapi juga berusaha membantu pemerintah dalam peningkatan
derajat kesehatan manusia. Karena sampai saat ini, masih belum bisa menjangkau
seluruh kebutuhan akan kesehatan dari sejumlah fasilitas kesehatan yang
dimiliki pemerintah termasuk Puskesmas.
Sementara itu, Bupati
Mulyadi di hadapan tamu undangan menyampaikan pelayanan menjadi kunci utama
pengembangan peningkatan partisipasi warga. Terbukti hingga kini untuk
warga Indonesia yang berobat ke luar negeri terutama Singapura dan Malaysia
cukup banyak. “Karena disana mereka dilayani dengan baik seolah-olah sudah
dikenal.” Terang mantan Kepala Inspektorat Jawa Timur ini.
Dia menginginkan,
dengan adanya Klinik Diensar ini memberikan manfaat bagi warga sekitar. Tentu,
jika datang diberikan pelayanan baik dengan senyum dan sapa, paling tidak bisa
dijadikan rujukan warga sekitar Watulimo untuk pelayan kesehatan.
“Kini perlu pelayanan
yang prima bukan sekdar bangunan saja, di Singapura bisa dijadikan contoh.
Meski jauh tetap saja jadi rujukan. Mudah – mudahan Klinik Diensar ini
memberikan bukti yang nyata sesuai dengan apa yang menjadi cita2 para pengelolanya,” pinta Mulyadi.
