Sebanyak 50 PNS lingkup Pemerintah Kabupaten
Trenggalek akan mengikuti Workshop penyusunan analisis jabatan dan analisis
beban kerja pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 2012 yang bertempat di Graha
Bhawarasa dan Aula Setda Kabupaten Trenggalek. Selama dua hari yaitu Senin dan Selasa para PNS tersebut akan menerima materi tentang analisis jabatan dan
analisis beban kerja dari BKD , Bagian organisasi Sekretariat Daerah serta konsultan
analisis jabatan dan analisis kerja dari Universitas Islam Negeri Malang.
Sementara itu pembukaan Workshop penyusunan
analisis jabatan dan analisis beban kerja pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun
2012 dibuka secara resmi oleh Bupati Trenggalek, Dr.Ir.Mulyadi WR, MMT pada
Senin (27/2).
Menurut Asisten Administrasi Umum, Drs. Abdul
Mu’id , MM selaku Ketua pelaksana diungkapkan bahwa tujuan workshop penyusunan analisis jabatan
dan analisis beban kerja adalah memberikan pengetahuan tentang pemahaman analisis jabatan dan analisis kerja yang terkait erat dengan agenda
reformasi birokrasi . Selain itu, workshop tersebut juga untuk menyiapkan SDM di
tiap SKPD dan unit kerja yang memiliki kemampuan dalam menyusun analisis
jabatan dan analisis kerja. Yang tak kalah pentingnya, workshop diharapkan dapat
membantu mempercepat proses penyusunan
informasi jabatan sebagai acuan manajemen SDM dalam rangka reformasi birokrasi
di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Lebih lanjut dikatakan selama dua hari para peserta akan mendapatkan materi sebanyak 20 persen
yang terdiri dari teori, konsep dan kebijakan sedangkan sisanya sebanyak 80
persen berupa praktek analisis kebijakan, kebijakan manajemen dan praktek
pengisian formulir .
Diharapkam setelah diadakannya workshop akan
terjadi persamaan pandangan akan pentingnya analisis jabatan dan analisis beban
kerja sehingga SKPD dan unit kerja ikut mendukung analisis jabatan dan analisis
kerja tahun 2012 dan peserta workshop mampu menjadi fasilitator analisis
jabatan dan analisis beban kerja di SKPD dan unit kerja masing-masing.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Dr.Ir.Mulyadi
WR, MMT dalam sambutannya berharap semoga workshop yang diselenggarakan bukan
sekedar formalitas tetapi diharapkan semua bertanggung jawab sehingga reformasi
birokrasi benar-benar terlaksana.
Terkait dengan reformasi birokrasi, Bupati mengungkapkan
bahwa keberhasilan reformasi birokrasi berawal dari perencanaan. Sehingga menurutnya perlu adanya
sinkronisasi perencanaan.
Lebih lanjut dikatakan birokrasi yang
antisipatif, proaktif dan efektif dalam menghadapi globalisasi merupakan acuan yang
harus dipenuhi untuk menyongsong abad 21.