laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

5 Desember 2011

Wabup Buka Gebyar Suro di Desa Dongko

Di tengah era kemajuan teknologi dan globalisasi yang semakin pesat, sangat diperlukan langkah-langkah untuk tetap melestarikan kesenian tradisional. Jika tidak, maka kesenian yang merupakan warisan dari para pendahulu kita ini akan semakin hilang ditelan oleh zaman.
Wakil Bupati Membuka Gebyar Suro di Kec. Dongko
Salah satu langkah nyata untuk melestarikan kesenian tradisional dilakukan oleh para seniman yang ada di Kecamatan Dongko. Dalam rangka memperingati Tahun Baru 1433 H / Saka Jawa 1945, para seniman ini menggelar Gebyar Suro dengan acara penampilan maraton seni jaranan turonggo yakso selama sehari semalam. Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Trenggalek pada Sabtu pagi, 3 Desember 2011 ini diikuti oleh 9 Grup Jaranan yang ada di Desa Dongko. Walaupun saat penampilan pertama sempat turun hujan yang cukup deras, namun tidak mengurangi minat warga untuk tetap menyaksikan acara yang digelar di Lapangan Blimbing Desa Dongko ini.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Hariono menyampaikan bahwa acara ini digelar untuk mengingatkan kembali budaya asli dariJawa yang mulai luntur. “Menjadi kewajiban kitalah untuk melestarikannya”, ujarnya. Pria yang mengajar di SDN 1 Dongko ini juga mengharapkan dukungan dari pemerintah agar acara ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun yang akan datang dengan peserta yang lebih banyak. “Bahkan kalau bisa dijadikan agenda pariwisata tahunan di Kecamatan Dongko”,harap Hariono.
Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH. M.Si. dalam sambutannya mengapresiasi terhadap pelaksanaan acara ini. “Dengan melestarikan budaya bangsa, berarti kita telah ikut serta dalam membangun jati diri bangsa. Sehingga dapat memperkuat rasa nasionalisme yang saat ini semakin luntur”,ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa untuk mendukung perkembangan seni budaya yang ada di Trenggalek, sejak tahun 2011 PemkabTrenggalek  telah menganggarkan dana bantuan untuk tiap-tiap kelompok kesenian. Namun karena kurangnya koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat, hanya sedikit kelompok yang mengajukan proposal permohonan bantuan. Oleh karena itu, pada tahun 2012 mendatang Wabup mengharapkan semua kelompok kesenian yang ada di Trenggalek turut memanfaatkan dana bantuan yang telah disediakan oleh Pemkab.
Di moment tahun baru Islam dan tahun baru Jawa ini, Wabup juga mengharapkan agar semangat untuk menjadi lebih baik ditingkatkan. “Segala kejadian di tahun lalu marilah kita jadikan instropeksi diri sehingga dapat mendorong kita untuk lebih baik dan berguna bagi bangsa dan negara”, ajak Wabup. Kepada kelompok kesenian, Wabup berpesan agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga kerukunan antar kelompok kesenian tetap terjaga dan terhindar dari perpecahan yang merugikan. “Seperti kata pepatah, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”,pungkas Wabup.
Acara Gebyar Suro ini dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Wabup Trenggalek didampingi para ketua grup jaranan yang ada di Desa Dongko. [tim-humas]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video