Di tengah era kemajuan teknologi dan globalisasi yang semakin pesat, sangat diperlukan langkah-langkah untuk tetap melestarikan kesenian tradisional. Jika tidak, maka kesenian yang merupakan warisan dari para pendahulu kita ini akan semakin hilang ditelan oleh zaman.
![]() |
| Wakil Bupati Membuka Gebyar Suro di Kec. Dongko |
Dalam laporannya, Ketua Panitia Hariono menyampaikan bahwa acara ini digelar untuk mengingatkan kembali budaya asli dariJawa yang mulai luntur. “Menjadi kewajiban kitalah untuk melestarikannya”, ujarnya. Pria yang mengajar di SDN 1 Dongko ini juga mengharapkan dukungan dari pemerintah agar acara ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun yang akan datang dengan peserta yang lebih banyak. “Bahkan kalau bisa dijadikan agenda pariwisata tahunan di Kecamatan Dongko”,harap Hariono.
Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH. M.Si. dalam sambutannya mengapresiasi terhadap pelaksanaan acara ini. “Dengan melestarikan budaya bangsa, berarti kita telah ikut serta dalam membangun jati diri bangsa. Sehingga dapat memperkuat rasa nasionalisme yang saat ini semakin luntur”,ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa untuk mendukung perkembangan seni budaya yang ada di Trenggalek, sejak tahun 2011 PemkabTrenggalek telah menganggarkan dana bantuan untuk tiap-tiap kelompok kesenian. Namun karena kurangnya koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat, hanya sedikit kelompok yang mengajukan proposal permohonan bantuan. Oleh karena itu, pada tahun 2012 mendatang Wabup mengharapkan semua kelompok kesenian yang ada di Trenggalek turut memanfaatkan dana bantuan yang telah disediakan oleh Pemkab.
Di moment tahun baru Islam dan tahun baru Jawa ini, Wabup juga mengharapkan agar semangat untuk menjadi lebih baik ditingkatkan. “Segala kejadian di tahun lalu marilah kita jadikan instropeksi diri sehingga dapat mendorong kita untuk lebih baik dan berguna bagi bangsa dan negara”, ajak Wabup. Kepada kelompok kesenian, Wabup berpesan agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga kerukunan antar kelompok kesenian tetap terjaga dan terhindar dari perpecahan yang merugikan. “Seperti kata pepatah, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”,pungkas Wabup.
Acara Gebyar Suro ini dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Wabup Trenggalek didampingi para ketua grup jaranan yang ada di Desa Dongko. [tim-humas]
