Tenggelamnya kapal yang ditumpangi imigran di perairan Pantai Prigi Kabupaten
Trenggalek pada Sabtu, 17 Desember 2011 yang lalu mendapatkan perhatian khusus dari Markas
Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) Jakarta. Didampingi oleh Kapolres
Trenggalek, AKBP Totok Suharyanto, S.Ik. M.Hum. pada hari Kamis, 22 Desember
2011 Kabag Pemeliharaan Keamanan (Harkam) Mabes Polri, Brigjen Tatang S. mengunjungi
Posko Basarnas yang ada di Pantai Prigi.
Peninjauan dilanjutkan ke Pantai Popoh Kabupaten Tulungagung yang diduga
sebagai tempat pemberangkatan para imigran gelap tersebut.
Mengigat para korban tenggelamnya kapal ini juga
ditemukan di perairan Jember, Malang dan Banyuwangi, diduga kuat korban yang
belum ditemukan juga terseret ombak laut ke arah timur. Oleh karena
itu, sejak Rabu kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB, tim dari Basarnas Pusat dan Provinsi Jawa Timur telah
meninggalkan posko di Pantai Prigi dan melanjutkan tugasnya di Posko Kabupaten Banyuwangi. Sedangkan petugas yang standby di Posko Pantai
Prigi berasal dari dari Basarnas Pos SAR Trenggalek.
Hingga hari ini, Rabu 22 Desember 2011 korban yang ditemukan selamat tercatat
sebanyak 49 orang. Dengan rincian 34 orang ditemukan di Pantai Prigi, 13 orang
di Perairan Selatan Kabupaten Jember dan 2 orang yang diduga sebagai ABK Kapal
ditemukan di Pantai Sendang Biru Kabupaten Malang.
Adapun untuk korban meninggal yang sudah dievakusi
sebanyak 68 orang dan kesemuanya ditemukan di perairan Banyuwangi. Adapun rinciannya sebagai berikut, 4
jenazah ditemukan di Pantai Grajagan, 21 jenazah ditemukan oleh Rescue Boat
Basarnas, 5 jenazah ditemukan di Pantai Silir Agung, 2 jenazah ditemukan oleh KRI Oswald
Siahaan, 8 jenazah ditemukan oleh KRI
Untung Suropati, 3 jenazah ditemukan di Pantai Tegaldelimo dan 25 jenazah ditemukan
di Pantai Alas Purwo.
Dari sumber lain, juga disebutkan bahwa ditemukan 1 jenazah di Kabupaten Tulungagung dan 10 jenazah di perairan Pulau Bali. Dengan demikian jumlah keseluruhan korban meninggal yang telah ditemukan sebanyak 79 orang. [tim-humas]
Dari sumber lain, juga disebutkan bahwa ditemukan 1 jenazah di Kabupaten Tulungagung dan 10 jenazah di perairan Pulau Bali. Dengan demikian jumlah keseluruhan korban meninggal yang telah ditemukan sebanyak 79 orang. [tim-humas]