Sebagai wujud syukur terhadap pelaksanaan ibadah
haji tahun 1432 H/2011 M yang berjalan dengan cukup lancar, para jamaah haji
yang tergabung dalam kloter 23 Kabupaten Trenggalek melaksanakan kegiatan tasyakuran.
Acara yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek pada hari Selasa, 13 Desember
2011 ini sekaligus juga dikemas dengan peringatan Tahun Baru 1433 H. Seluruh
jamaah haji tahun 2011 hadir dengan memakai pakaian putih-putih. Selain itu,
turut hadir pula Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH. M.Si., para alim ulama
dan perwakilan dari seluruh SKPD.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek dalam laporannya yang disampaikan oleh Drs. H.
Muhammad Ibnu Mundir menyatakan walaupun dalam pelaksanaan ibadah haji tahun
2011 ini berjalan cukup lancar, namun masih perlu pembenahan dalam beberapa hal. Termasuk
terjadinya kebakaran, telatnya makanan, banjir,
kemacetan serta ekstrimnya cuaca di Arab Saudi. “Semoga hal ini bisa menjadi
koreksi untuk tahun-tahun berikutnya”,ujarnya. Dalam ibadah haji tahun 2011
ini, satu orang jamaah haji kloter 23 terpaksa tidak dapat dipulangkan, karena meninggal di
tanah suci, yaitu H,. Sayid bin Tamsi [62 tahun] yang beralamat di Desa Ngulanwetan
Kecamatan Pogalan.
Terlepas dari sejumlah kendala, pelaksanaan ibadah haji tahun 2011 ini
diraskan cukup lancar oleh para jamaah haji, hal ini disampaikan oleh
perwakilan para jamaah, K.H. Bisri Affan. Menurutnya, mulai pemberangkatan,
saat pelaksanaan ibadah maupun saat pemulangan, tim pendamping sudah
melaksanakan tugasnya dengan cukup baik. Sehingga para jamaah dapat
melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dengan tenang dan khusuk.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengharapkan moment
tahun baru hijriah ini dapat mendorong kita untuk melakukan intropeksi diri. “Mana
yang baik dilanjutkan dan mana yang buruk ditinggalkan. Sehingga masa depan
akan jauh lebih baik”,ujarnya.
Kepada para jamaah, Wabup memberikan tips agar dapat
memperoleh serta mempertahankan kemabruran hajinya. Diantaranya, hendaknya
selalu mempertahankan sikap-sikap yang terpuji, bersemangat untuk mengembangkan ilmu
agama, meningkatkan kualitas ibadah khususnya shalat serta meningkatkan
kepedulian sosial. “Insya-Allah dengan langkah-langkah ini, para jamaah haji
dapat benar-benar memperoleh gelar Haji Mabrur”, harap Wabup.
Kegiatan tasyakuran ini ditutup dengan penyampaian
ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Drs. H. Muhammad Muhsin, M.Ag. dari Kabupaten
Ponorogo. [tim-humas]
