![]() |
| Bupati Trenggalek Menanam Pohon |
Sebelum melaksanakan penanaman pohon, Bupati beserta rombongan terlebih dahulu meresmikan mushola Madinatul Asror dan Paguyuban Kasepuhan Argomulya di Desa Gador Kecamatan Durenan. Usai peresmian, Bupati dan rombongan berjalan kaki menuju Gunung Kekeb yang berjarak sekitar 500 meter.
Dalam laporannya, Kepala Dispertahutbun, Ir. Joko Surono, menyampaikan bahwa jumlah pohon yang akan ditanam sebanyak 4.043.000 bibit pohon terdiri dari beberapa jenis, seperti matoa, trembesi, kakao, jabon, sengon laut dan lainnya yang pengadaan bibitnya bersumber dari dana APBN, APBD maupun sumbangan dari BUMD, BUMN, Perhutani, asosiasi maupun perorangan.
Bupati Trenggalek dalam sambutannya meminta bibit yang disediakan jangan sampai mubazir, namun agar dimanfaatkan sebaik-baiknya supaya bisa berkembang dengan baik, demi menjaga kelestarian lingkungan. Bibit pohon dapat diminta di Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan maupun pada posko-posko yaitu di Kebun Bibit Rakyat [KBR]. Kepada instansi yang ada di Kabupaten Trenggalek Trenggalek, baik vertikal maupun lingkup Pemkab Trenggalek , sekolah, pondok pesantren maupun desa diminta untuk aktif menanam pohon di lingkungan masing-masing dengan memanfaatkan bibit sudah disediakan oleh Dinas Pertahutbun. “Karena pencanangan ini hanya bersifat simbolis, maka perlu ditindaklanjuti di lingkungan masing-masing”, ungkap Bupati.
Selain itu Bupati menghimbau kepada Perum Perhutani untuk menghijauakan gunung-gunung yang ada di Kabupaten Trenggalek, karena hampir 50% wilayah Kabupaten Trenggalek di bawah pengelolaan Perum Perhutani, dengan menambah jumlah bibit yang diberikan. Bupati minta hijaunya gunung itu bukan karena rumput, namun oleh tanaman keras, sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa berdasarkan penelitia, lapisan ozon yang berfungsi melindungi bumi dari panas matahari sudah kondisinya semakin tipis, sehingga berdampak pada perubahan iklim dan dapat dirasakan dengan suhu udara meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut maka produksi oksigen perlu dimaksimalkan dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Selain itu, dengan menanam pohon, udara menjadi segar, dapat mengendalikan banjir dan melestarikan sumber air.
Pencanangan penanaman satu milyar pohon ini ditandai dengan penanaman bibit trembesi oleh Bupati Trenggalek beserta undangan lainnya. Selain itu juga ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Bupati Trenggalek. Hadir pula dalam acara ini Administratur Perhutani KPH Kediri, Ir. Yahya Amin.
Dalam kesempatan ini Bupati Trenggalek menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani dan masyarakat. Bantuan yang diserahkan antara lain bibit tanaman jagung untuk Kelompok Tani Sumber Rejeki, bibit padi untuk Kelompok Tani Rukun Desa Sumberejo, pompa air untuk Kelompok Tani Randuagung Desa Kendalrejo, cultivator untuk Kelompok Tani Sumberalam Lestari, bibit tanaman sayur dan buah-buahan untuk kelompok wanita tani dan dasa wisma serta penyerahan sharing produk kayu dan non kayu dari Perum Perhutani KPH Kediri sebesar 67 juta rupiah. [tim[
