Jalannya suatu proses pemerintahan sangat
membutuhkan adanya monitoring dan evaluasi. Selain sebagai bentuk
pertanggungjawaban, dengan adanya evalusi dapat dijadikan tolak ukur guna
memperbaiki kinerja di masa mendatang. Dilaterbelakangi tujuan tersebut,
Pemerintah Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek berinisiatif menggelar kegiatan
evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelatihan peningkatan
SDM bagi aparat pemerintah yang berada di desa.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 16
Desember 2011 di Pendopo Kecamatan ini diikuti oleh jajaran Muspika Kecamatan
Pule, seluruh perangkat desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Ketua
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Sedangkan sebagai narasumber yaitu
Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dan Kepala Bagian Pemerintahan Desa
Sekretariat Daerah, Drs. Agus Salim. Acara ini juga dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum dan Kepala SKPD terkait
yang berhubungan langsung dengan masyarakat desa, seperti Dinas Bina Marga dan
Pengairan, Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan serta Dinas Peternakan.
Dalam kesempatan ini dilaporkan oleh Camat Pule, Ari
Hartono, SP. kemajuan jalannya pemerintahan dan pembangunan yang ada di Kecamatan
Pule. Dari bidang pemerintahan, dilaporkan bahwa hingga saat ini beberapa desa
di Kecamatan Pule masih ada yang belum memiliki Sekdes dari PNS. “Dari total 10
desa, baru ada 8 desa yang mempunyai sekdes dari PNS”,ungkapnya. “Sedangkan untuk
pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), semua desa telah melunasinya”,tambahnya.
Terkait dengan pembangunan yang ada di Kecamatan
Pule, lanjut Ari Hartono, untuk Alokasi Dana Desa (ADD) semua desa telah terealisasikan
100 %. “Namun untuk administrasinya baru 9 desa yang telah menyelesaikan”, ujarnya.
Sedangkan untuk bantuan infrastruktur perdesaan dimana setiap desa mendapatkan
bantuan sebesar 60 juta, hingga saat ini telah dicairkan semua. Untuk
laporan pertanggungjawabannya tinggal SPJ tahap ketiga yang belum diserahkan. “Begitu
pula dengan bantuan stimulan berupa semen dan aspal, semua desa telah menyelesaikan
baik pembangunan fisik maupun laporan administrasinya”, lanjut Ari Hartono.
Kecamatan Pule saat ini juga sangat potensial untuk
dikembangkan peternakan sapi perah. Menurut pemaparan dari Camat Pule, saat ini
tercatat sebanyak 490 ekor sapi perah yang tersebar di seluruh desa kecuali
Desa Sukokidul. “Setiap harinya bisa menghasilkan 2000 liter susu”,paparnya.
Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dalam
evaluasinya sangat mendukung kegiatan ini. “Baru Kecamatan Pule yang
menyelenggarakan kegiatan evaluasi semacam ini, semoga dapat diadopsi oleh
kecamatan yang lain”, harap Bupati.
Hal yang menjadi perhatian Bupati dalam kesempatan
ini diantaranya terkait dengan ketertiban umum. Mengingat saat ini sering
ditayangkan oleh berbagai media banyaknya kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di
Indonesia, mulai dari kerusuhan di Timika Papua, Makassar dan beberapa kota
besar lainnya. Bupati mengharapkan agar hal-hal semacam ini tidak terjadi di
Kabupaten Trenggalek. “Cara yang paling ampuh untuk menghindari hal ini adalah
dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta kembali kepada pemahaman dan
pengamalan pancasila yang benar”,tutur Bupati. Disamping itu, untuk
menyelesaikan suatu permasalahan Bupati mengharapkan kepada masyarakat agar
mendahulukan asas musyawarah dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang
belum jelas kebenarannya.
Selain itu, mengingat saat ini sudah mulai masuk
musim penghujan. Bupati meminta kepada peserta sosialisasi untuk menyampaikan
kepada masyarakat Pule agar selalu waspada, mengingat Kecamatan Pule merupakan
daerah rawan bencana longsor dan juga terhadap penyakit demam berdarah. Oleh
karena itu, Bupati mengharapkan agar siskamling kembali digalakkan, mengingat
cara ini merupakan langkah yang efektif untuk penanggulangan bencana. “Selain
itu, juga dapat mencegah terhadap pencurian dan perampokan yang saat ini sudah
mulai menjamah Kabupaten Trenggalek”,kata Bupati.
Terkait dana pembangunan untuk desa, seperti ADD dan
bantuan infrastruktur perdesaan, Bupati mengharapkan agar para perangkat desa benar-benar
memanfaatkan untuk kepentingan rakyat. “Dana ini jumlahnya sangat besar yaitu
mencapai 38,51 milyar”, tutur Bupati. Disamping itu juga harus ada hubungan yang
baik antara desa dengan BPD dan LMD, agar program-program yang disusun
benar-benar tepat sasaran. Untuk desa yang belum menyelesaikan administrasinya,
Bupati mengharapkan agar segera diselesaikan mengingat tahun 2011 ini akan
segera berakhir.
Terkait
dengan Bumdes, ke depan Bupati menginstruksikan kepada instansi terkait untuk
melakukan pemilahan kinerja. “Untuk Bumdes yang kinerjanya bagus maka akan
ditambah dananya dan sebaliknya”, tutur Bupati. Begitu pula dalam pelaksanaan
bantuan infratruktur, untuk desa yang hasil pembangunan dan partisipasi
masyarakatnya besar dana bantuan infrastruktur pada tahun 2012 mendatang akan
ditambah.
Acara sosialisasi ini dilanjutkan dengan forum tanya
jawab yang dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek. Dalam forum ini, Bupati
menegaskan bahwa semua kebijakan desa yang tidak bertentangan dengan peraturan
yang berlaku, Pemerintah Kabupaten akan siap mendukung. Masih dalam kesempatan
yang sama, Bupati juga menyerahkan penghargaan pencatatan administrasi terbaik
se-Kecamatan Pule kepada Kepala Desa Pakel.[Tim-humas]
