| Plt. Sekda Pamekasan saat menerima rombongan dari Kab. Trenggalek |
Rombongan tiba di Pendopo Kabupaten Pamekasan sekitar pukul 09.30 WIB disambut oleh Plt. Sekretaris Daerah, Drs. Herman Kusnaidi, MM. kemudian dilanjutkan dengan paparan terkait pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Pamekasan. Dalam paparan tersebut, disampaikan oleh Drs. Herman Kusnaidi bahwa launching e-KTP pertama dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2011. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan dalam melaksanakan program e-KTP ini diantaranya adalah membentuk Tim Pokja yang melibatkan semua SKPD guna memantau pelaksanaan e-KTP di seluruh kecamatan, sosialisasi kepada masyarakat, baik dalam pertemuan tatap muka, baliho maupun iklan di radio dan televisi. “Selain itu, bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dan tidak mempunyai kendaraan, Pemkab Pamekasan juga sudah menyiapkan 2 unit mobil per kecamatan untuk antar jemput”, ujarnya.
Adapun kendala utama yang dihadapi, lanjut Herman Kusnaidi, adalah masih minimnya peralatan. “Alat yang dijanjikan oleh Pemerintah Pusat sebanyak 23 unit hingga saat ini masih belum tiba”, ujarnya. Sehingga tiap kecamatan yang seharusnya disediakan peralatan sebanyak 5 unit hanya mengandalkan 2 unit saja. Praktis pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan lebih cepat menjadi lambat. Para petugas akhirnya terpaksa lembur, mulai dari pukul 07.30 hingga pukul 21.00 WIB. Bahkan di beberapa kecamatan ada yang lembur sampai pukul 01.30 pagi. Rata-rata per harinya mampu entri data sebanyak 300-350 jiwa. “Meskipun demikian, hingga tanggal 08 Desember 2011, dari jumlah penduduk sebanyak 840 ribu jiwa, baru sekitar 236 ribu jiwa atau sekitar 37 % yang tercatat dalam program e-KTP”,lanjutnya.
Menurut Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Pamekasan, Drs. M. Alwi, kendala lain yang cukup mengganggu adalah sering padamnya listrik PLN. Karena itu keberadaan genset mutlak diperlukan." Supaya aman, dalam pengadaan genset minimal daya ouputnya 5.000 watt, sehingga mampu digunakan untuk mengoperasikan peralatan yang ada"' tambah M. Alwi.
Menurut Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Pamekasan, Drs. M. Alwi, kendala lain yang cukup mengganggu adalah sering padamnya listrik PLN. Karena itu keberadaan genset mutlak diperlukan." Supaya aman, dalam pengadaan genset minimal daya ouputnya 5.000 watt, sehingga mampu digunakan untuk mengoperasikan peralatan yang ada"' tambah M. Alwi.
Kepala Dukcapil Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, SH., M.Si.dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama diadakannya kunker ini adalah untuk belajar pelaksanaan program e-KTP di Kabupaten Pamekasan, termasuk dalam tahap formulasi, implementasi dan evaluasi. “Hingga saat ini Kabupaten Trenggalek baru memasuki tahap formulasi”, ujarnya. Untuk formulasi, lanjut Sigid, tidak berbeda jauh dengan yang ada di Kabupaten Pamekasan. Penyediaan anggaran untuk program e-KTP yang mencapai Rp. 4,17 milyar juga telah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.
| Meninjau pelayanan e-KTP di Kec. Galis |
Usai acara pemaparan di Pendopo, dengan dipandu Kepala Dukcapil Kabupaten Pamekasan, rombongan dari Kabupaten Trenggalek melakukan peninjauan langsung ke 3 kecamatan. Diawali dengan tinjauan ke Kecamatan Galis kemudian ke Kecamatan Proppo usai Shalat Jumat dan terakhir peninjauan ke Kecamatan Kota Pamekasan pada malam harinya. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, untuk tempat tunggu masyarakat yang antri mendapatkan pelayanan e-KTP, di halaman Kantor Camat dibangun tenda. Selain itu, pengaturan jadwal bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan e-KTP harus tertib, sehingga waktu menunggu tidak terlalu lama. Karena pelayanan e-KTP terpusat di Kecamatan, sehingga masyarakat perlu didatangkan ke Kecamatan. [tim-humas]