laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

12 Desember 2011

Belajar Implementasi e-KTP ke Kabupaten Pamekasan



Plt. Sekda Pamekasan saat menerima rombongan dari Kab. Trenggalek
Pemerintah Kabupaten Trenggalek benar-benar menginginkan bahwa pelaksanaan e-KTP yang rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2012 mendatang berlangsung dengan sukses. Salah satu langkah yang ditempuh yaitu dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Pamekasan yang pada saat ini sedang mengimplementasikan program e-KTP. Kunker yang dilaksanakan pada hari Jumat, 09 Desember 2011 ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sigid Agus Hari Basoeki, SH., M.Si. Adapun rombongan kunker yaitu perwakilan SKPD yang membidangi seperti Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),  seluruh Camat yang ada di Kabupaten Trenggalek serta staf di Dinas Dukcapil Kabupaten Trenggalek..

Rombongan tiba di Pendopo Kabupaten Pamekasan sekitar pukul 09.30 WIB disambut oleh Plt. Sekretaris Daerah, Drs. Herman Kusnaidi, MM. kemudian dilanjutkan dengan paparan terkait pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Pamekasan. Dalam paparan tersebut, disampaikan oleh Drs. Herman Kusnaidi bahwa launching e-KTP pertama dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2011. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan dalam melaksanakan program e-KTP ini diantaranya adalah membentuk Tim Pokja yang melibatkan semua SKPD guna memantau pelaksanaan e-KTP di seluruh kecamatan, sosialisasi kepada masyarakat, baik dalam pertemuan tatap muka, baliho maupun iklan di radio dan televisi. “Selain itu, bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dan tidak mempunyai kendaraan, Pemkab Pamekasan juga sudah menyiapkan 2 unit mobil per kecamatan untuk antar jemput”, ujarnya.

Adapun kendala utama yang dihadapi, lanjut Herman Kusnaidi, adalah masih minimnya peralatan. “Alat yang dijanjikan oleh Pemerintah Pusat sebanyak 23 unit hingga saat ini masih belum tiba”, ujarnya. Sehingga tiap kecamatan yang seharusnya disediakan peralatan sebanyak 5 unit hanya mengandalkan 2 unit saja. Praktis pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan lebih cepat menjadi lambat. Para petugas akhirnya terpaksa lembur, mulai dari pukul 07.30 hingga pukul 21.00 WIB. Bahkan di beberapa kecamatan ada yang lembur sampai pukul 01.30 pagi. Rata-rata per harinya mampu entri data sebanyak 300-350 jiwa. “Meskipun demikian, hingga tanggal 08 Desember 2011, dari jumlah penduduk sebanyak 840 ribu jiwa, baru sekitar 236 ribu jiwa atau sekitar 37 % yang tercatat dalam program e-KTP”,lanjutnya.                    
Menurut Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Pamekasan, Drs. M. Alwi, kendala lain yang cukup mengganggu adalah sering padamnya listrik PLN. Karena itu keberadaan genset mutlak diperlukan." Supaya aman, dalam pengadaan genset minimal daya ouputnya 5.000 watt, sehingga mampu digunakan untuk mengoperasikan peralatan yang ada"' tambah M. Alwi. 

Kepala Dukcapil Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, SH., M.Si.dalam sambutannya  menyampaikan bahwa tujuan utama diadakannya kunker ini adalah untuk belajar pelaksanaan program e-KTP di Kabupaten Pamekasan, termasuk dalam tahap formulasi, implementasi dan evaluasi. “Hingga saat ini Kabupaten Trenggalek baru memasuki tahap formulasi”, ujarnya. Untuk formulasi, lanjut Sigid, tidak berbeda jauh dengan yang ada di Kabupaten  Pamekasan.  Penyediaan anggaran untuk program e-KTP yang mencapai Rp. 4,17 milyar juga telah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.

Meninjau pelayanan e-KTP di Kec. Galis
Lebih lanjut dijelaskan oleh Sigid bahwa fokus yang ingin dipelajari dalam kunker ini adalah bagaimana cara  Pokja mensukseskan pelaksanaan program e-KTP dari Pemerintah Pusat selama tenggang waktu setahun ini. Selain itu, juga ingin melihat langsung bagaimana pelaksanaan program e-KTP ini di lapangan, khususnya yang dilaksanakan pada malam hari. Untuk pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Trenggalek nantinya kemungkinan besar juga hingga malam hari atau lembur. Oleh karena itu, menurut Sigid, pihaknya telah merencanakan sistem insentif  untuk para operator yang bekerja lembur.  “Satu unit peralatan e-KTP  tiap hari ditarget dapat melayani minimal 100 KTP.  Bila melebihi 100 KTP, maka per KTP akan mendapatkan insentif  Rp. 4.000,- . Sedangkan per unit peralatan e-KTP akan ditangani  8 petugas/operator", lanjut Sigid.

Usai acara pemaparan di Pendopo, dengan dipandu Kepala Dukcapil Kabupaten Pamekasan, rombongan dari Kabupaten Trenggalek melakukan peninjauan langsung ke 3 kecamatan. Diawali dengan tinjauan ke Kecamatan Galis kemudian ke Kecamatan Proppo usai Shalat Jumat dan terakhir peninjauan ke Kecamatan Kota Pamekasan pada malam harinya. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan,  untuk tempat tunggu masyarakat yang antri mendapatkan pelayanan e-KTP, di halaman Kantor Camat dibangun tenda. Selain itu, pengaturan jadwal bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan e-KTP harus tertib, sehingga waktu menunggu tidak terlalu lama. Karena pelayanan e-KTP terpusat di Kecamatan, sehingga masyarakat perlu didatangkan ke Kecamatan. [tim-humas]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video