Jika dulu wanita hanya dianggap sebagai pendamping pria dan hanya sibuk dalam urusan dapur saja, sekarang persepsi semacam itu harus mulai diubah. Para wanita pun saat ini juga bisa berkarya dan berkreatifitas layaknya seorang pria tanpa harus melupakan kodratnya sebagai wanita. Hal ini dibuktikan dalam Kontes Kreatifitas Perempuan atau yang populer disebut Women Creativity Contest (WCC) Tahun 2011 di Gedung Serbaguna Kelutan Trenggalek
Acara yang digelar pada Selasa siang, 1 Nopember 2011 dan dibuka oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT ini merupakan program kemitraan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun dengan Yayasan Unilever Indonesia dan LSM Spektra Surabaya.
Selain Bupati Trenggalek, tampak hadir dalam acara ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun, perwakilan dari Yayasan Unilever Indonesia Maya Tamimi, Direktur LSM Spektra Surabaya, Roni S. Sya'roni, para Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek serta kelompok Wepro (women program) dari tiga kabupaten.
Sebelum digelar upacara pembukaan, para hadirin dihibur dengan Jaranan Turonggo Yakso yang ditampilkan oleh ibu-ibu binaan PKK Kabupaten Trenggalek. Walaupun rata-rata telah berusia di atas 50 tahun, namun penampilan ibu-ibu ini tidak kalah dengan penampilan anak muda. Bahkan di tengah pertunjukan, Ny. Penny Mulyadi pun juga turut bergabung menarikan Tari Turoggo Yakso.
Disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi bahwa acara ini merupakan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan pendampingan women program di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Trenggalek, Nganjuk dan Madiun. Ada 4 kegiatan yang diberikan dalam program pendampingan ini, yaitu penguatan harkat dan potensi perempuan, ketahanan keluarga, pemberdayaan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) serta pengembangan usaha yang mengarahkan agar perempuan menjadi mandiri dan terampil. “Program ini diberikan secara bertahap selama 3 tahun pendampingan khususnya dalam pengembangan kedelai hitam”,ujarnya
Adapun beberapa acara yang digelar dalam WCC Tahun 2011, lanjut Ny. Penny Mulyadi, diantaranya, bazar produk unggulan, kobar (koran selembar), lomba presentasi dan lomba promkes dari masing-masing kelompok wepro di tiga Kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek sangat mengapresiasi program Pemberdayaan Perempuan semacam ini. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan isu internasional yang semua negara termasuk Indonesia berupaya untuk merealisasikannya. “Alhamdulillah saat ini di Indonesia sudah terdapat kesetaraan gender, hal ini dibuktikan dengan sudah adanya Presiden, Gubernur dan Bupati wanita”,ungkap Bupati.
Kepada para kepala SKPD, Bupati menginstruksikan agar tidak melarang ibu-ibunya jika akan mengikuti kegiatan PKK ataupun Dharma Wanita. PKK dan Dharma Wanita merupakan organisasi yang semua program pemerintah bisa lewat di dalamnya. “Jangan hanya diartikan diikuti oleh para wanita saja, namun SKPD juga harus terlibat dalam mengembangkannya”,tutur Bupati.
Kepada Unilever Indonesia, Bupati mengucapkan terima kasih karena program CSR yang telah dilaksanakan sangat bagus, tidak hanya memberikan sembako saja namun juga mengembangkan dan meningkakan perekonomian masyarakat petani khususnya dalam mengembangkan kedelai hitam. Meskipun demikian, Bupati mengharapkan kepada Unilever Indonesia agar program ini dikembangkan ke komoditi lain. “Misalnya pengembangan buah mangga kopyor yang dibutuhkan oleh Unilever”,tutur Bupati.
Selain itu, Bupati juga mengharapkan bantuan dari Yayasan Unilever untuk dapatnya membantu Pemkab Trenggalek dalam meneliti kulit buah manggis dan durian yang ada di Kabupaten Trenggalek. “Di Jawa Timur hanya ada dua daerah penghasil buah manggis, yaitu Kabupaten Trenggalek dan Banyuwangi. Saya pernah dengar jika kulit manggis bisa dibuat jelly, jika hal itu memang bisa dilakukan tentu kulitnya bisa mendatangkan nilai ekonomis dan tidak harus dibuang”,ungkap Bupati. Disamping itu untuk durian, Kabupaten Trenggalek tidak kalah dengan daerah lain. “Bahkan salah satu produknya yaitu Durian Ripto merupakan durian nomor 1 di Indonesia”,kata Bupati.
Gayung pun bersambut, perwakilan dari Yayasan Unilever Indonesia, Maya Tamimi sangat merespon apa yang disampaikan oleh Bupati Trenggalek. Wanita berjilbab ini membenarkan bahwa hingga saat ini Unilever masih mengimpor mangga kopyor dari India. Kendala yang dihadapi adalah hingga saat ini belum ditemukan bibit unggul di Indonesia. ”Kami masih mengupayakan bersama dengan perguruan tinggi untuk mencari bibit mangga kopyor yang bagus”,ungkapnya. Sedangkan terkait penelitian kulit manggis dan durian, Maya Tamimi menyanggupi akan menelitinya bersama dengan para ahli teknolgi pertanian dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Usai upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan performance dan presentasi dari tiap-tiap kelompok wepro. Untuk performance, tiap kabupaten menampilkan 1 kelompok sedangkan untuk presentasi tiap kabupaten menampilkan dua kelompok. Selain itu, di dalam Gedung Serbaguna bagian barat juga digelar pameran produk-produk unggulan, mulai dari makanan khas daerah, jamu hingga pakaian batik. [okt]

