Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) VI Provinsi Jawa Timur yang diselenggerakan di Kabupaten Tulungagung telah resmi dibuka pada hari Rabu, 16 Nopember 2011 oleh Gubernur Jatim, Dr. Soekarwo, SH., M.Hum. Hadir dalam upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Wira Mandala (Pasar Pahing) Tulungagung ini pejabat teras Pemprov Jatim mulai dari Gubernur beserta istri, Ny. Nina Soekarwo, Sekdaprov Jatim, Kepala Bakorwil, Kepala Dinas yang membidangi, serta beberapa Kepala Daerah Bupati/Walikota yang ada di Jawa Timur termasuk Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. beserta istri, Ny. Penny Mulyadi. Selain itu tampak hadir pula Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Sosial dan Budaya, Dr. Suprawoto, SH. M.Si.
Ketua Panitia sekaligus Sekdaprov Jatim, Dr. H. Rasiyo, M.Si. dalam laporannya menyampaikan bahwa Pekan KIM ini merupakan jawaban terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang Telekomunikasi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi masyarakat Jawa Timur. “Dengan TIK, masyarakat dapat mengakses informasi yang dibutuhkan terutama hasil kreatifitas dan produk dari KIM, sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat”,ujarnya.
![]() |
| Bupati dan Ny. Penny Mulyadi bersama anggota KIM Kanjeng Jimat |
Meneruskan apa yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Kominfo, dalam sambutannya Pakdhe Karwo menyampaikan bahwa kemajuan teknologi yang sangat pesat ini bagaikan pedang bermata dua. Walaupun manfaat yang diperoleh sangat besar yaitu cepatnya perkembangan informasi namun dampak negatifnya juga cukup besar. Diantaranya yang menjadi sorotan Gubernur adalah terbentuknya sikap individualisme karena kurangnya bergaul langsung dengan masyarakat dan hanya berhubungan melalui internet. Gubernur juga mengharapkan bahwa dengan perkembangan informasi ini tidak hanya digunakan untuk komsumtif semata, namun juga harus dilakukan untuk hal-hal yang produktif. “Misalnya dengan memasarkan produk-produknya melalui internet”,ujar Pakdhe Karwo.
Masih dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga memberikan secara simbolis bantuan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan dari Kementrian Kominfo yang berjumlah 132 buah dan akan disebar seluruh kota/kabupaten yang ada di Jawa Timur. Pembukaan acara ini secara resmi ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Pakdhe Karwo dan dilanjutkan dengan peninjauan stand-stand pameran KIM. Terkait dengan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan ini, menurut Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Trenggalek, Ulang Setyadi, SH, M.Si, Kabupaten Trenggalek akan mendapatkan 4 [empat] unit.
Selain lomba stand pameran, Pekan KIM VI Tahun 2011 juga akan dimeriahkan dengan Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK), Festival Pertura, Sarasehan KIM, Workshop TI, Gelar Pelayanan Publik serta Parade Band Pelajar. Disamping itu, Pekan KIM yang diselenggarakan mulai tanggal 15-19 Nopember 2011 ini juga bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-806.
Pemkab Trenggalek juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan Pekan KIM VI ini, yaitu dengan mengirimkan KIM Kanjeng Jimat yang menempati stand pameran nomor 12 dan 13. Di stand ini telah disediakan berbagai macam potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek, mulai dari batik dan berbagai macam jenis makanan olahan, termasuk yang berbahan dasar ikan laut, seperti abon ikan tuna dan sebagainya. Selain itu juga ditampilkan pupuk organik yang merupakan produk dari anggota KIM Kanjeng Jimat.
Dijelaskan oleh Ulang Setyadi, produk-produk yang dipamerkan secara tidak langsung telah mendapatkan sentuhan tehnologi informasi. Misalnya dalam mengatasi bau tengik pada makanan yang pembuatannya dengan digoreng. Berkat adanya KIM, hal tersebut telah ditemukan jalan keluarnya. Karena ada anggota KIM dari luar Kabupaten Trenggalek yang bersedia menularkan ilmunya dalam mencegah terjadinya bau tengik pada makanan dan komunikasi ini dipermudah melalui tehnologi informasi [internet]. Dan masih banyak pengetahuan baru yang didapatkan melalui fasilitas ini [tim]
Dijelaskan oleh Ulang Setyadi, produk-produk yang dipamerkan secara tidak langsung telah mendapatkan sentuhan tehnologi informasi. Misalnya dalam mengatasi bau tengik pada makanan yang pembuatannya dengan digoreng. Berkat adanya KIM, hal tersebut telah ditemukan jalan keluarnya. Karena ada anggota KIM dari luar Kabupaten Trenggalek yang bersedia menularkan ilmunya dalam mencegah terjadinya bau tengik pada makanan dan komunikasi ini dipermudah melalui tehnologi informasi [internet]. Dan masih banyak pengetahuan baru yang didapatkan melalui fasilitas ini [tim]

