Perencanaan memegang peranan penting dalam mensukseskan suatu kegiatan, termasuk dalam urusan pemerintahan. Jika perencanaan suatu pemerintah bagus, maka besar kemungkinan bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan juga akan berhasil. Didorong oleh latar belakang di atas, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bekerjasama dengan Australia Indonesia Partnership for Decentralization (AIPD) yang berada di bawah naungan AUSAID (Australia Agency for International Development) menggelar acara workshop Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Trenggalek. Workshop yang digelar selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Nopember 2011 di Hotel Hayam Wuruk ini dibuka secara resmi oleh Bupati Trenggalek pada hari Rabu, 23 Nopember 2011. Turut hadir pula dalam acara ini perwakilan dari AIPD, Boni Edi Maulana.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Trenggalek, Ir. Yudi Sunarko, M.Si. dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2011 ini ada 4 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang mendapatkan program workshop seperti ini, yaitu Trenggalek, Situbondo, Malang dan Sampang. Melalui workshop ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM khususnya aparatur pemerintah yang menangani perencanaan pembangunan.
Adapun peserta workshop yaitu seluruh Kasubag Perencanaan di tiap-tiap SKPD dan semua staf yang ada di Bappeda. Sedangkan narasumber berasal dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan dari Bappeda sendiri. Dalam kesempatan ini pula, Yudi Sunarko mengharapkan kepada AUSAID agar ada kerja sama yang lebih luas dengan Pemkab Trenggalek di bidang lainnya, seperti bidang sanitasi lingkungan, kesehatan, ekonomi dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR., MMT. mengungkapkan bahwa perencanaan sangatlah penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Trenggalek ke depan. “Mau dibawa kemana Kabupaten Trenggalek ini tergantung dari perencanaannya”,ungkapnya. Bupati mengharapkan agar dalam menentukan suatu perencanaan haruslah tepat, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan sukses. “Perencanaan yang salah atau gagal hanya akan membangun kegagalan”,tambah Bupati.
Di samping itu, Bupati juga menyatakan bahwa sebenarnya Trenggalek kaya akan sumber daya alam, namun faktanya hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Menurut Bupati, salah satu penyebabnya adalah kurangnya inovasi dalam menentukan perencanaan pembangunan. “Perencanaan hingga saat ini hanya berjalan monoton saja, belum ada yang mengarah ke inovasi yang lebih baik. Selain itu, perencanaan cenderung bagaimana menghabiskan anggaran bukan menghasilkan”,tutur Bupati.
Mengingat perencanaan pembangunan ini sangatlah penting, Bupati juga mempersilahkan kepada SKPD terkait untuk mengadakan studi banding ke daerah lain agar lebih meningkatkan wawasan tentang perencanaan pembangunan, khususnya dalam penanganan DAK, DAU dan PAD. Misalnya dalam penangan masalah Penerangan Jalan Umum (PJU). Hingga saat ini, menurut Bupati, Kabupaten Trenggalek selalu mengalami defisit antara pajak yang diperoleh dengan besaran biaya listrik yang dibayarkan ke PLN. “Sehingga perlu ada langkah konkrit untuk mengatasi hal ini, misalnya dengan memanfaatkan sumber energi lain di luas listrik PLN”,harap Bupati. [tim]
