laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

21 November 2011

Bupati Mengharapkan Para Peserta Diklat Batik Untuk Terus Mengembangkan Keterampilannya

Bupati memberikan hadiah kepada salah seorang juara
Diklat pembuatan batik yang digelar sejak tanggal 08 Nopember 2011 yang lalu, secara resmi telah ditutup oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. pada hari Jumat, 18 Nopember 2011. Sebanyak 50 peserta diklat dari 14 kecamatan semua hadir untuk mengikuti upacara penutupan ini. Selain itu, turut hadir pula kepala SKPD terkait, para camat serta beberapa pengusaha batik yang ada di Trenggalek.
Menurut laporan Kepala Kantor Diklat Kabupaten Trenggalek, Dra. Maryati, MM. pelaksanaan Diklat yang dibagi menjadi 2 gelombang ini berjalan dengan cukup lancar. “Berkat bimbingan pengajar dari Pekalongan Jawa Tengah, saat ini para peserta sudah dapat menguasai teknik-teknik dasar membatik baik itu dalam membuat batik cap maupun batik tulis”,ujarnya. “Bahkan beberapa peserta dari gelombang pertama, batik hasil karyanya sudah dijahitkan dan dipakai dalam upacara penutupan ini”, tambah Maryati.
Disamping itu, manfaat diklat pembuatan batik ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta diklat saja. Disampaikan oleh Maryati bahwa siswa-siswi SMPN 1 Trenggalek juga pernah mengunjungi Kantor Diklat dalam rangka melihat secara langsung proses pembutan batik. “Diharapkan dengan hal ini para generasi muda semakin cinta terhadap batik asli indonesia”,tuturnya.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah sukses mengikuti diklat pembuatan batik ini. “Semoga dapat menjadi tonggak untuk dapatnya mempopulerkan kembali  batik Trenggalek yang dulu sangat terkenal”,harapnya.
Menurut Bupati, kemunduran batik Trenggalek saat ini setidaknya disebabkan oleh 3 hal, yaitu: kualitas batik yang semakin menurun, kurangnya inovasi serta desain batik yang kurang menarik. Oleh karena itu, Bupati mengharapkan kepada para peserta untuk terus memajukan keterampilannya dalam membatik tidak hanya berhenti dalam kediklatan ini saja. 
Bupati juga memuji hasil karya batik para peserta. Dengan waktu diklat yang hanya 5 hari efektif, hasil yang dicapai sangat bagus. Sedangkan kepada para pengusaha batik yang hadir dalam kesempatan ini, Bupati juga mengharapkan untuk dapatnya menggunakan tenaga para peserta diklat ini dalam mengembangkan batik di tempatnya masing-masing. “Meskipun demikian, saya yakin bahwa suatu saat nanti para peserta diklat ini juga mampu untuk membuka wirausaha sendiri dalam membuat batik”,ujar Bupati.
Sesuai dengan petunjuk Bupati ketika membuka diklat pembuatan batik ini, untuk lebih memberikan memotivasi, hasil karya masing-masing peserta telah dinilai dan dipilih yang terbaik. Berikut hasilnya: Juara I Tatik Widayati dari Desa Widoro Kec. Gandusari, Juara II atas nama  Sujiah dari Desa Pogalan Kec. Pogalan, Juara III diraih Hartoyo dari Desa Pule Kec. Pule, Harapan I  Sulasmi dari Desa Ngentrong Kec. Karangan serta Harapan II  Wahmudi dari Kelurahan Surodakan Kec. Trenggalek. Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek juga memberikan hadiah yang diterima langsung oleh para juara.[tim/okt]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video