![]() |
| Bupati memberikan hadiah kepada salah seorang juara |
Menurut laporan Kepala Kantor Diklat Kabupaten Trenggalek, Dra. Maryati, MM. pelaksanaan Diklat yang dibagi menjadi 2 gelombang ini berjalan dengan cukup lancar. “Berkat bimbingan pengajar dari Pekalongan Jawa Tengah, saat ini para peserta sudah dapat menguasai teknik-teknik dasar membatik baik itu dalam membuat batik cap maupun batik tulis”,ujarnya. “Bahkan beberapa peserta dari gelombang pertama, batik hasil karyanya sudah dijahitkan dan dipakai dalam upacara penutupan ini”, tambah Maryati.
Disamping itu, manfaat diklat pembuatan batik ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta diklat saja. Disampaikan oleh Maryati bahwa siswa-siswi SMPN 1 Trenggalek juga pernah mengunjungi Kantor Diklat dalam rangka melihat secara langsung proses pembutan batik. “Diharapkan dengan hal ini para generasi muda semakin cinta terhadap batik asli indonesia”,tuturnya.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah sukses mengikuti diklat pembuatan batik ini. “Semoga dapat menjadi tonggak untuk dapatnya mempopulerkan kembali batik Trenggalek yang dulu sangat terkenal”,harapnya.
Menurut Bupati, kemunduran batik Trenggalek saat ini setidaknya disebabkan oleh 3 hal, yaitu: kualitas batik yang semakin menurun, kurangnya inovasi serta desain batik yang kurang menarik. Oleh karena itu, Bupati mengharapkan kepada para peserta untuk terus memajukan keterampilannya dalam membatik tidak hanya berhenti dalam kediklatan ini saja.
Bupati juga memuji hasil karya batik para peserta. Dengan waktu diklat yang hanya 5 hari efektif, hasil yang dicapai sangat bagus. Sedangkan kepada para pengusaha batik yang hadir dalam kesempatan ini, Bupati juga mengharapkan untuk dapatnya menggunakan tenaga para peserta diklat ini dalam mengembangkan batik di tempatnya masing-masing. “Meskipun demikian, saya yakin bahwa suatu saat nanti para peserta diklat ini juga mampu untuk membuka wirausaha sendiri dalam membuat batik”,ujar Bupati.
Sesuai dengan petunjuk Bupati ketika membuka diklat pembuatan batik ini, untuk lebih memberikan memotivasi, hasil karya masing-masing peserta telah dinilai dan dipilih yang terbaik. Berikut hasilnya: Juara I Tatik Widayati dari Desa Widoro Kec. Gandusari, Juara II atas nama Sujiah dari Desa Pogalan Kec. Pogalan, Juara III diraih Hartoyo dari Desa Pule Kec. Pule, Harapan I Sulasmi dari Desa Ngentrong Kec. Karangan serta Harapan II Wahmudi dari Kelurahan Surodakan Kec. Trenggalek. Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek juga memberikan hadiah yang diterima langsung oleh para juara.[tim/okt]
