![]() |
| Bupati menyebar benih padi varietas inpari 13 |
Menyambut masuknya musim penghujan pada bulan Nopember 2011 tidak disia-siakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Melalui kerja sama dari Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan dan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bapelluh) Kabupaten Trenggalek menggelar acara temu lapang kegiatan pengawalan penyuluh pertanian dalam rangka peningkatan produksi beras nasional pada hari Selasa, 29 Nopember 2011.
Acara yang digelar di Desa Jati Kecamatan Karangan tepatnya di lahan pertanian Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Sari ini diikuti oleh Muspika Kecamatan Karangan, para penyuluh pertanian, pengurus kelompok tani dan peserta Sekolah Lapang se-Kabupaten Trenggalek. Selain itu, acara yang secara resmi dibuka oleh Bupati Trenggalek ini juga dikemas dengan pencanangan gerakan pupuk organik dan dimulainya Sekolah Lapang masa tanam 2011/2012 di Kabupaten Trenggalek.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian, Ir. Joko Surono mengungkapkan akibat serangan wereng yang melanda pada tahun 2011 ini, Kabupaten Trenggalek mengalami kerugiann yang cukup besar. “Total lahan pertanian yang diserang seluas 1600 ha, jika dihitung setiap hektar dapat menghasilkan 5 ton padi, maka kerugian pertanian mencapai 8000 ton atau 32 milyar Rupiah”, ujarnya. Meskipun demikian, lanjut Joko Surono, hasil pertanian padi tahun 2011 di Kabupaten Trenggalek masih surplus yaitu sebesar 5 %.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Joko Surono bahwa untuk mengembangkan produksi beras nasional, pemerintah pusat telah memberikan bantuan benih kepada pemerintah Kabupaten Trenggalek yang terdiri dari bantuan benih padi hibrida 15 ton, benih padi non hibrida 95 ton dan benih padi gogo 75 ton yang mencakup areal 7800 ha. Sedangkan untuk Sekolah Lapang, semua kelompok tani di Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 622 kelompok akan mendapatkan bantuan sebesar 2,9 juta per kelompok untuk 10 kali pertemuan.
Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dalam sambutannya mengungkapkan harapannya pada pelaksanaan sekolah lapang ini. Diantaranya Bupati mengharapkan agar para petani terus dibimbing bagaimana cara untuk mengatasi hama wereng, tikus maupun hama lainnya. “Karena sebagus apapun kreatifitas petani dalam mengolah lahan pertanian, apabila tidak mampu untuk mengatasi hama yang menyerang juga akan sia-sia”, ujar Bupati. “Selain itu, para petani juga harus dapat menguasai tepat benih, tepat tanam, tepat pupuk serta tepat pemeliharaan dalam mengolah lahan pertanian”,lanjut Bupati.
Terkait dengan pemberian pupuk, Bupati menganjurkan agar para petani kembali menggunakan pupuk alami/organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. “Karena walaupun penggunaan pupuk kimia lebih mudah, namun dampak negatifnya juga sangat merugikan yaitu dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah”,kata Bupati.
Bupati juga meminta dukungan kepada para petani terkait pembangunan bendungan yang ada di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu. “Jika bendungan ini sudah dibangun, maka akan terjadi seperti di Kabupaten Tulungagung, para petani di Kabupaten Trenggalek juga dapat terus bercocok tanam walaupun di musim kemarau”, ungkap Bupati.Sebagai tanda dibukanya sekolah lapang masa tanam 2011/2012 ini, Bupati Trenggalek didampingi dengan Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bapelluh dan Muspika Kecamatan Karangan menyebar benih padi nonhibrida varietas inpari 13 dan pupuk organik di lahan milik Gapoktan Mekar Sari. [tim-hms]
