Kebut-kebutan serta pelanggaran lalu lintas kerap kali kita temukan di jalan raya dan kebanyakan diantaranya dilakukan oleh anak-anak muda. Tak jarang pula hal ini berakibat fatal berupa kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa.Tidak hanya merugikan diri sendiri, pengguna jalan yang tidak bersalah pun juga bisa menjadi korban.
Untuk meminimalisir terjadinya hal ini, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Trenggalek berinisatif mengadakan Penyuluhan Ketertiban Lalu Lintas dan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap siswa-siswi SMA/SMK/MA dan SMP/MTs di Kabupaten Trenggalek. Untuk penyuluhan perdana sekaligus pembukaan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Durenan pada hari Rabu, 9 Nopember 2011 dan secara resmi dibuka oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT.
Penyuluhan yang digelar di Gedung Serbaguna SMA Negeri 1 Durenan ini diikuti sebanyak 3 kelas dari kelas X dan XI. Sedangkan naras umber, selain dari Dishubkominfo juga berasal dari Polres Trenggalek yang langsung diberikan oleh Kapolres AKBP Totok Suharyanto S.Ik. M.Hum. serta dari PT Jasa Raharja.
Menurut laporan dari Kepala Dishukominfo, Ulang Setyadi, SH. M.Si. Penyuluhan Ketertiban Lalu Lintas ini akan dilaksanakan hingga tanggal 30 Nopember 2011. Sedangkan sekolah yang akan diberikan penyuluhan sebanyak 14 SMA/SMK/MA serta 6 SMP/MTs di Kecamatan Trenggalek, Durenan, Pogalan, Suruh, Karangan dan Tugu. Untuk lebih menarik minat para siswa dalam mengikuti pelatihan, lanjut Ulang Setyadi, juga telah disiapkan beberapa hadiah berupa helm gratis dari Kementerian Perhubungan, pengurusan SIM gratis dari Polres Trenggalek serta door prise dari PT Jasa Raharja bagi para siswa yang dapat menjawab pertanyaan nara sumber.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek menyambut positif diadakannya penyuluhan lalu lintas terhadap siswi-siswi di sekolah. Bahkan Bupati mengharapkan agar pada tahun depan penyuluhan semacam ini dapat dilaksanakan di semua kecamatan. “Paling tidak penyuluhan harus diberikan kepada Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di masing-masing sekolah sehingga bisa menyebarkan kepada teman-temannya”,ujar Bupati.
Bupati juga mengingatkan saat ini perkembangan kendaraan bermotor sangat tinggi, yaitu mencapai 20 % tiap tahunnya dan terbanyak jenis sepeda motor. Hal ini sayangnya tidak diimbangi dengan penambahan volume jalan. Sehingga apabila tidak diantisipasi sejak dini, potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas juga akan semakin tinggi. “Penyuluhan-penyuluhan semacam inilah sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya hal semacam ini”,ujar Bupati.
Selain itu, Bupati juga mengungkapkan alasan utama dipilihnya SMAN 1 Durenan sebagai tempat dibukanya pelaksanaan penyuluhan. Menurut Bupati, Kecamatan Durenan diharapkan menjadi kecamatan penyangga ekonomi di Kabupaten Trenggalek, karena menghubungkan antara Kecamatan Trenggalek yang merupakan ibukota Kabupaten, serta Kecamatan Watulimo yang merupakan pusat pariwisata di Kabupaten Trenggalek. Bupati optimis Kecamatan Durenan nantinya akan berkembang pesat sehingga perlu didukung dengan arus lalu lintas yang tertib.
Menanggapi hal ini, dalam sambutan selamat datang Kepala SMAN 1 Durenan, Dra. Reny Yulis Wiyanti, M.Pd. menyambut gembira ditunjuknya sekolahnya sebagai lokasi pembukaan pelaksanaan penyuluhan. Dra. Reny juga melaporkan berbagai kemajuan bangunan fisik yang telah dicapai oleh SMAN 1 Durenan. Terkait hal ini, Bupati mengharapkan agar kemajuan yang dicapai tidak hanya terfokus pada bangunan fisik. “Namun yang lebih penting adalah pengembangan SDM-nya”,ujar Bupati.
Usai pembukaan penyuluhan, Bupati Trenggalek juga menyempatkan diri meninjau Ruang Guru serta memberikan motivasi kepada para guru agar diterukan kepada siswa-siswi. Motivasi yang diberikan yaitu agar para siswa-siswi menyadari sepenuhnya bahwa makna belajar adalah sebagai kebutuhan bukan beban. “Dengan demikian, maka para siswa akan merasa menyesal jika tidak belajar”,ujar Bupati. Disamping itu, Bupati juga mengharapkan agar para guru meningkatkan kapasitas serta kompetensinya dengan terus menerus belajar. Saat ini telah banyak fasilitas untuk meningkatkan kemampuan diri, misalnya internet [tim]