Jumat, 6 Oktober 2011, suasana Pantai Ngadipuro yang terletak di Dusun Ngadipuro Desa Craken Kecamatan Munjungan berbeda dengan hari biasanya, karena pada hari itu digelar upacara adat Longkangan. Seluruh masyarakat dusun berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan Ngadipuro. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, S.H., M.Si. beserta Ny. Hanik Kholiq, Kepala Dinas Poraparibud, Muspika Kecamatan Munjungan dan Kepala Desa se-Kecamatan Munjumngan, Ketua HNSI Kecamatan Munjungan,
Ketua Panitia Upacara Adat Longkangan yang Juga Kepala Dusun Ngadipuro mengatakan bahwa Mayoritas nelayan pantai Ngadipuro merupakan nelayan tradisional. Dari 67 nelayan di pantai Ngadipuro, yang telah menggunakan kapal bermesin hanya 22 nelayan, itu merupakan bantuan dari pemerintah selama 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2009 sampai tahun 2011, sehingga nelayan masih perlu dibantu untuk dapat meningkatkan perekonomiannya.
Mengenai pembangunan infrastruktur di Kecamatan Munjungan, Camat Munjungan Drs. Joko Susanto mengatakan bahwa jalan ke arah Kecamatan Panggul di wilayah Desa Ngulungwetan dan Desa Sobo telah dibenahi sehingga memperlancar arus lalulintas masyarakat, sedangkan jalan ke arah timur menuju Desa Bangun juga dalam proses pembangunan.
Untuk jalan yang menuju arah Kecamatan Kampak juga telah mulai pengerjaan perbaikan jalan. “Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang telah berupaya keras mencukupi fasilitas infrastruktur di Kecamatan Munjungan” ucap Joko Susanto saat memberikan sambutan selamat datang. “Sehingga ke depan bisa dikembangkan dengan baik potensi perikanan, pariwisata, ekonomi di Kecamatan Munjungan” imbuhnya.
Saat memberikan sambutan, Wakil Bupati menyampaikan bahwa upacara adat ini perlu dilestarikan karena telah dilaksanakan secara turun-temurun selama puluhan tahun, oleh karena itu perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya, sehingga mereka yang akan melanjutkan tradisi ini tetap ada. Karena jika adat budaya itu hilang, maka kita akan kehilangan jati diri bangsa. Namun Wakil Bupati mengingatkan bahwa ungkapan rasa syukur hanya ditunjukkan kepada Allah SWT, bukan yang lain. Sedangkan Larung Tumpeng Aji ke Laut hanya simbolis saja.
Usai sambutan, upacara adat Longkangan dilanjutkan dengan mendekatkan Tumpeng Aji ke Watu Lincak yang berada di dekat dipantai.Konon katanyabatu ini tidak pernah tersentuh air laut meskipun air telah pasang. Setelah itu oleh nelayan tumpeng dilarung n ke tengah laut. Setelah prosesi larung tumpeng selesai, kemudian ditampilkan seni Jaranan dan Tayub [ tg].
