Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, sebagai salah satu aset wisata di Kabupaten Trenggalek, selain menyajikan pemandangan alam yang menawan juga terdapat event tahunan yang perlu untuk disaksikan. Masyarakat Prigi menamakan upacara adat ini sebagai Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo yang dilaksanakan sekali dalam setahun dan pada tahun ini akan digelar pada Senin Kliwon di bulan Selo penanggalan Jawa, bertepatan dengan tanggal 24 Oktober 2011, bertempat di Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) Pantai Prigi.
Upacara Larung Sembonyo diselenggarakan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ungkapan terima kasih para nelayan dan masyarakat Prigi kepada leluhur yang telah berjasa membuka kawasan teluk Prigi sehingga bisa dijadikan lahan untuk tempat tinggal dan mencari penghasilan. Tokoh leluhur yang sangat dihormati ini bernama Tumenggung Yudo Negoro. Sebagai simbolisasi rasa syukur, dan terima kasih, masyarakat membuat tumpeng yang berisi makanan dan hasil panen melaut serta uba rampe lainnya [rangkaian sesaji ini disebut Sembonyo] untuk selanjutnya dilarung ke laut lepas.
Dalam pelaksanaannya nanti, upacara Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo dimulai dengan kirab Sembonyo menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Arak-arakan kirab akan membawa rangkaian sesaji Sembonyo yang diiringi dengan berbagai kesenian tradisional. Para tokoh masyarakat akan ikut mengiringi rombongan kirab hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Prigi.
Direncanakan tepat pukul 09.00 pagi, prosesi upacara Larung Sembonyo akan dimulai dengan kesenian tarian jaranan sebagai pembuka. Kemudian diteruskan dengan pembacaan legenda asal mula diadakannya upacara adat Larung Sembonyo. Setelah Bupati Trenggalek menyampaikan sambutannya, prosesi larung dilanjutkan dengan 'melarung' Sembonyo ke laut lepas.[tim]