Setelah dilaunching di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur seperti Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ngawi, program Mobil Hijau dicanangkan di Kabupaten Trenggalek pada Kamis, 20 Oktober 2011 bertempat di Gedung Bhawarasa. Program mobil hijau merupakan program yang dicanangkan pertama kali oleh Ibu Ani Yudhoyono dan istri para menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu. Di kabupaten Trenggalek program ini merupakan kerja sama Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek.
Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi, perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dra. Lotty Sri Sudarmiati, MM, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Trenggalek serta anggota Ketua Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan se Kecamatan Trenggalek.
Berdasarkan fakta yang menunjukkan bahwa hanya 4,2 % sampah yang bisa ditangani dari total 827,23 ton sampah selama 10 tahun terakhir, maka dicetuskanlah program Mobil Hijau atau lebih dikenal sebagai program MoHi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Drs. Agoes Setyono dalam sambutannya. Menurut Drs. Agoes Setyono selain sebagai media pembelajaran pengelolaan sampah, program Mohi juga diharapkan bisa menambah wawasan ramah lingkungan. Program ini akan lebih menyasar pada kaum Ibu/perempuan yang selanjutnya sebagai kader Mohi yang bisa meneruskan ilmunya kepada masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Dra. Lotty Sri Sudarmiati, MM menjelaskan bahwa banyaknya bencana alam serta permasalahan lingkungan lainnya merupakan faktor utama dibentuknya program Mohi. Program yang dibidani oleh SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) ini memiliki 5 pilar program yaitu Indonesia pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Peduli, Indonesia Hijau serta Indonesia Kreatif. “Setelah Indonesia peduli dan Indonesia hijau yang merupakan refleksi dari kepedulian lingkungan, maka diharapkan bisa tercipta sebuah kreasi yang tidak monoton sebagai wujud kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini diserahkan bantuan stimulan berupa komposter [pembuat pupuk kompos] , keranjang sampah, poster dan tas ramah lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Secara simbolis, bantuan tersebut oleh Dra. Lotty Sri Sudarmiati, MM. diserahkan kepada perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek. Pada kesempatan ini pula, Ny. Penny Mulyadi menyerahkan kaleng asap rokok kepada para Kades/Lurah se-Kecamatan Trenggalek. Tujuan dari kaleng asap rokok ini adalah agar para perokok mengurangi jatah rokok tiap harinya dan uang yang seharusnya untuk membeli rokok dimasukkan dalam kaleng ini tiap harinya. Nanti setelah sebulan, kaleng-kaleng ini akan diambil uangnya dan selanjutnya diserahkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan masing-masing, untuk menambah biaya operasional PKK. Desa/Kelurahan yang bersangkutan.
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi dalam sambutannya mengungkapkan antusiasme dengan dilaunchingnya program Mohi. Menurutnya ada 50 peserta yang diikutkan dalam sosialisasi ini. Ke 50 peserta tersebut berasal dari anggota Tim Penggerak PKK pada Kelurahan, Desa di wilayah Kecamatan Trenggalek, anggota Persit, Bhayangkari serta guru pada sekolag rintisan adiwiyata. “ Meskipun pada awalnya hanya akan mengikutsertakan 30 peserta saja” jelasnya.
Ny. Penny Mulyadi juga berharap agar para perempuan di Kabupaten Trenggalek yang tergabung dalam PKK bisa dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas-dinas terkait. “Bukan ingin mencampuri urusan dinas, tapi untuk menyukseskan 10 program pokok PKK yang ternyata programnya juga pada dinas-dinas terkait demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat ”ungkapnya.
Terkait dengan program Mobi yang baru saja disosialisasikan, Ny. Penny Mulyadi berharap semoga peserta yang hadir bisa menjadi kader Mohi yang selanjutnya akan dibina secara berkesinambungan. “Selanjutnya para kader ini berkewajiban untuk menularkan motivasinya ke yang lain” tuturnya. Untuk mensukseskan program Mohi, lanjut Ny. Penny Mulyadi, maka bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu pada keluarga masing-masing.[ra]

