![]() |
| Sekda menyaksikan langsung pembuatan pupuk alternatif |
Tidak hanya mampu mendalami ilmu yang diberikan oleh para pematari, para peserta diklat juga membuktikan bahwa mereka dapat langsung mengaplikasikan ilmunya dengan menggelar launching pembuatan pupuk alternatif pada hari Kamis, 6 Oktober 2011. Pembuatan pupuk alternatif yang dilaksanakan di Desa Gondang Kecamatan Tugu ini dilaunching oleh Bupati Trenggalek yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Dr. Ir. Cipto Wiyono, M.Si.
Dalam kesempatan ini, Ketua UNETC Drs. Budi Wiyoto, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan diadakannya diklat ini adalah untuk mentransfer teknologi sederhana yang tidak muluk-muluk kepada para petani. Bahan baku untuk teknologi ini dapat ditemukan di lingkungan sekitar dan ramah lingkungan. “Ada sekitar 7 produk yang dapat diproduksi oleh para petani dengan biaya yang murah namun berkualitas tinggi”, tutur pria yang berasal dari Desa Jambu Kecamatan Tugu ini.
Dra. Maryati, MM. Kepala Kantor Diklat Aparatur dan Masyarakat dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan diklat berjalan dengan lancar. “Para peserta yang diinapkan di Kantor Diklat mengikuti pelatihan baik itu materi mapun praktek dengan baik”,tuturnya.
Apa yang dikatakan oleh Drs. Budi Wiyoto, M.Si. ternyata bukan sekedar omong kosong. Buktinya dalam kesempatan ini pula juga digelar pembuatan pupuk alternatif berjenis Bokashi cair oleh para petani. Bahan baku yang digunakan juga mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan harganya relatif muraf. Misalnya: air limbah tahu, air kelapa, air leri, temu lawak, air gula, telor, kecambah, alkohol, tape serta bahan dekomposer. Bahkan menurut penuturan Budi Wiyoto, untuk membuat pupuk cair sebanyak 100 liter diperlukan biaya sekitar 450 ribu. “Dengan pupuk sebanyak 100 liter dapat digunakan untuk sawah seluas 5 ha”,tambahnya.
Sebelum membacakan sambutan Bupati Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. menyampaikan bahwa benar apa yang dikatakan oleh para orang tua kita dahulu. “Apapun yang ada di sekitar kita ada manfaatnya. Terbukti dengan teknologi pembuatan pupuk alternatif ini diambil dari bahan baku yang ada di sekitar kita, misalnya temulawak dan lain-lain”,tuturnya. Ir. Cipto Wiyono juga mengharapkan kepada para peserta diklat untuk dapat memanfaatkan serta menularkan ilmu yang didapatkan dalam diklat ini kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.
Selain itu, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. menyanggupi untuk memberikan bantuan kepada masing-masing kelompok sebesar 500.000 rupiah. “Semoga tidak lama lagi bantuannya sudah dapat dicairkan, sehingga segera dapat untuk praktek”, ungkapnya. “Meskipun saat ini Bapak Bupati Trenggalek sedang tidak berada di tempat namun saya memberanikan untuk mengambil keputusan ini, karena saya yakin Bapak Bupati pun juga sangat setuju memberikan bantuan karena semuanya untuk rakyat”, lanjut Cipto Wiyono.
Dalam sambutan Bupati Trenggalek yang dibacakan oleh Ir. Cipto Wiyono, M.Si. diungkapkan bahwa salah satu program pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia khususnya bagi para petani yang berkualitas adalah dengan mengadakan diklat dan pelatihan. Salah satunya adalah pelaksanaan diklat pembuatan pupuk alternatif ini.
Bupati Trenggalek juga berpesan kepada para peserta diklat untuk mampu menjadi pelopor para petani agar bersama-sama mengembangkan pupuk dan pestisida alternatif untuk menekan biaya produksi. “Yang lebih penting lagi, diharapkan nantinya para petani dapat meningkatkan produksinya sehingga berdampak meningkatnya pendapatan petani itu sendiri”, harap Bupati [ok/y].
