Dalam upaya mewujudkan pembangunan Bendungan Tugu yang berlokasi di Desa Nglinggis Kecamatab Tugu, Kamis, 6 Oktober 2011 bertempat di Graha Bhawarasa telah digelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang dikuti Kepala Desa Nglinggis, BPD Nglinggis, LPM Desa Nglinggis dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Nglinggis serta Muspika Kecamatan Tugu. Pertemuan konsultasi masyarakat ini dipimpin oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH, M.Si. dan dihadiri oleh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah [Forpimda] Kabupaten Trenggalek, Perwakilan Balai Besar Sungai Brantas, Perum Perhutani maupun Kepala SKPD terkait.
Dalam kesempatan ini Wakil Bupati, Kholiq, SH, M.Si. menyatakan bahwa sebenarnya studi mengenai pembangunan Bendungan Tugu telah dilakukan sejak tahun 1984 yang lalu dan yang terakhir pada tahun 2010 berupa detail desain Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek. Studi lain yang telah dilaksanakan terkait rencana pembangunan Bendungan Tugu antara lain studi sosial ekonomi dan Amdal Waduk Tugu.
Lebih lanjut Wakil Bupati menjelaskan bahwa tujuan pembangunan Bendungan Tugu adalah untuk penyediaan air irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir Kali Keser, pengembangan bidang perikanan air tawar serta membuka lapangan kerja baru di bidang pariwisata bagi masyarakat sekitarnya. Selain itu, Wakil Bupati menjelaskan bahwa rencana pembangunan Bendungan Tugu ini telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat melalui Kementrian PU. Pembangunan Bendungan Tugu akan dibiayai oleh pemerintah pusat, sedangkan penyediaan lahan menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Tahapan pembangunan Bendungan Tugu yang segera dilaksakan adalah studi Larap [Land Acquisition and Resettlement Action Plan] atau studi tentang pembebasan lahan dan pemindahan penduduk. Dalam studi ini, petugas dari konsultan akan melakukan sensus dengan datang ke rumah-rumah penduduk yang terkena dampak untuk menghimpun data yang diperlukan, misalnya mengenai harta benda yang dimiliki maupun aspirasi dan persepsi masyarakat terhadap pembangunan Bendungan Tugu. Hasil studi Larap ini nantinya akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan Bendungan Tugu, khususnya dari sisi pembebasan lahan dan pemindahan penduduk yang diharapkan sesuai dengan aspirasi masyarakat yang tanah dan bangunnannya akan dibebaskan. Oleh karena itu, Wakil Bupati mengharapkan agar masyarakat memberikan data dan informasi yang akurat dan melalui pertemuan ini sekaligus untuk “kula nuwun” atau minta ijin.
Ir. Sri Hardini Suprapti, MT yang hadir mewakili Kepala Balai Besar Sungai Brantas, dalam sambutan singkatnya menyatakan jika telah dibangun Bendungan Tugu akan mampu menampung 9,3 juta meter kubik air dengan ketinggian elevasi 251 meter dan akan menggenagi wilayah seluas 43, 59 Ha.
Dalam pertemuan ini, Ir. Pudjo Winarno dari konsultan yang akan melaksanakan studi Larap memaparkan tentang studi yang akan dilaksanakan serta memberikan beberapa contoh pembangunan bendungan yang telah berhasil dilaksanakan. Pertemuan konsultasi masyarakat ini diteruskan dengan dialog yang dipandu oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH, M.Si. [#]