laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

14 Oktober 2011

Bupati Hadiri Upacara Bersih Dam Bagong

Bertempat di komplek Makam Bagong, Jumat 14 Oktober 2011 dilaksanakan puncak  upacara adat Bersih Dam Bagong. Hadir pada acara ini Bupati Trenggalek beserta istri, Dandim 0806 Trenggalek, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Muspika Kecamatan Trenggalek, Kepala Desa/Kelurahan se-Kecamatan Trenggalek.

Sehari sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang merupakan serangkaian upacara adat Bersih Dam Bagong tersebut. Pada Kamis 13 Oktober 2011 pukul 19.00 telah dilakukan ritual penyucian/pemandian  kerbau yang akan disembelih dan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Marjan Gareng dari Desa Sugihan Kecamatan Kampak. Selanjutnya sekitar pukul 06.00 WIB pada Jumat 14 Oktober 2011 acara diteruskan dengan kegiatan Tahlilan  di makam Ki Ageng Menak Sopal yang kemudian dilakukan ritual ruwatan.
Puncak acara dimulai dengaan pembacaan legenda Dam Bagong oleh Sri Harjo Mulyono. Dalam legenda ini disebutkan bahwa pada pertengahan abad ke-16 Masehi Menak Sopal yang merupakan tokoh penyebar Islam di wilayah Trenggalek sangat prihatin melihat kondisi sawah para petani yang sering mengalami kekeringan dan gagal panen. Karena itu  timbul gagasan untuk mengajak masyarakat menaikkan air kali Bagong dengan membuat Dam. Namun kerja keras tersebut selalu gagal, karena begitu selesai dikerjakan  Dam selalu runtuh. Berdasarkan petunjuk dari ayah Menak Sopal, yaitu Menak Srobo,  Dam akan berhasil dibangun bila diberi tumbal kepala Gajah Putih.  Akhirnya Menak Sopal berhasil mendapatkan Gajah Putih dari meminjam pada Mbok Rondho Krandon. Gajah Putih disembelih dan kepalanya untuk tumbal, sehinggaDam Bagong bisa terwujud.
Hal yang dilakukan oleh Ki Ageng Menak Sopal pada waktu itu, hampir sama apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek sekarang.  Menurut Bupati Trenggalek,  Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT, saat ini  Pemerintah Kabupaten Trenggalek  sedang berupaya  memfasilitasi pembangunan bendungan yang lebih besar dari Dam Bagong, yaitu rencana pembangunan Bendungan Tugu yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Jika Dam Bagong mampu mengairi sawah seluas 455 Ha yang tersebar di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan, bila Bendungan Tugu berhasil dibangun, maka akan mampu mengairi sawah seluas 120 ribu Ha tersebar di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Selain itu, dengan adanya Bendungan Tugu, banjir yang hampir tiap  tahun  melanda Trenggalek bisa diminimalkan.  Juga akan menimbulkan peluang usaha di bidang perikanan, pariwisata mauapun untuk pembangkit listrik. Karena itu Bupati minta dukungan semua pihak agar Bendungan Tugu bisa terwujud.

Selain itu Bupati meminta kepada masyarakat untuk memelihara saluran irigasi yang sudah ada dan saling mengingatkan antar masyarakat. “Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran irigasi atau sungai karena akan menjadikan sungai dangkal yang bisa menyebabkan aliran air tersendat dan kalau hujan dapat menyebabkan banjir",  tutur Bupati. Terkait dengan situasi keamanan saat ini, Bupati mengingatkan agar masyarakat  jangan mudah dipecah belah ataupun diadu domba. "Kalau ada masalah, carilah jalan keluarnya dengan musyawarah. Bila mendapati orang asing  dengan perilaku yang mencurigakan, segeralah lapor kepada aparat yang berwajib"  pinta Bupati.  Selain itu, Bupati mengajak masyarakat untuk  peduli dengan kebersihan lingkungan. Yang tidak kalah pentingnya, dengan Bersih Dam Bagong ini kita mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal yang telah bekerja keras demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan hal itu perlu diteladani tambah Bupati
Upacara adat Bersih Dam Bagong dilanjutkan dengan ziarah ke makam  Ki Ageng Menak Sopal oleh Bupati Trenggalek yang diikuti oleh anggota Forpimda Kabupaten Trenggalek para para Kepala SKPD. Selanjutnya,  Bupati secara simbolis melemparkan kaki kerbau ke dalam Dam  Bagong. Bersamaan dengan itu,  kepala kerbau juga ikut dilempar  ke Dam Bagong. Masyarakat secara spontan terjun ke Dam Bagong untuk memperebutkan kepala dan kaki kerbau tersebut. Acara ini dimeriah dengan kesenian tradisional jaranan.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video