Sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat Kabupaten Trenggalek bahwa setiap bulan Selo dalam kalender Jawa selalu diadakan upacara bersih desa, begitu pula dengan warga Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari. Kamis malam 13 Oktober 2011 atau bertepatan dengan tanggal 15 Selo 1944 dalam Tahun Saka, warga Desa Wonoanti menggelar acara bersih desa dengan berbagai macam atrkasi dan penampilan kesenian daerah bertempat di Dusun Manggis.
Acara yang digelar di kediaman Sukatno, Sekretaris Desa Wonoanti ini berlangsung sangat meriah. Mulai dari orang tua hingga anak-anak merapat pada panggung yang telah disiapkan. Tampak hadir dalam acara ini, Camat Gandusari, Surodjo, S.Sos serta perwakilan dari Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Poraparibud). Sebelum acara dimulai, masyarakat dihibur dengan penampilan karawitan dan macapat dari warga Desa Wonoanti.
Acara yang digelar di kediaman Sukatno, Sekretaris Desa Wonoanti ini berlangsung sangat meriah. Mulai dari orang tua hingga anak-anak merapat pada panggung yang telah disiapkan. Tampak hadir dalam acara ini, Camat Gandusari, Surodjo, S.Sos serta perwakilan dari Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Poraparibud). Sebelum acara dimulai, masyarakat dihibur dengan penampilan karawitan dan macapat dari warga Desa Wonoanti.
Dalam laporannya, Kades Wonoanti, Mujiyanto mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa melestarikan kesenian daerah. Selain itu, Kades juga menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat Desa Wonoanti yang telah turut serta menciptakan kondisi desa yang aman, tertib dan kondusif.
Kepada masyarakat, Mujiyanto juga menyampaikan anjuran untuk segera mungkin mengurus pembuatan akkta kelahiran bagi yang belum memilikinya. Mengingat pada tahun 2012 mendatang pembuatan akta kelahiran terlambat akan lebih rumit.
Camat Gandusari Surodjo, S.Sos. dalam sambutannya mengharapkan pada tahun-tahun depan acara semacam ini terus dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan. “Bila pada tahun lalu, di Desa Wonoanti hanya satu dusun yang mengadakan bersih desa, yaitu Dusun Manggis, pada tahun 2011 ini semua dusun yang ada di Desa Wonoanti sudah terlibat dalam acara bersih desa yang dilaksanakan ini”, ungkap Camat Gandusari.
Di samping itu, Camat Gandusari juga menyinggung tentang rencana pelimpahan sebagian wewenang dari Bupati Trenggalek kepada Camat yang saat ini telah digagas oleh Pemkab Trenggalek. Nantinya kecamatan akan diberikan oleh wewenang serta anggaran untuk pemeliharaan jalan desa. Serta juga akan diberikan tenaga teknis dari Dinas Bina Marga dan Pengairan. Sehingga untuk memperbaiki jalan yang masih dalam skala kecil tidak perlu harus menunggu dana dari kabupaten. “Semoga pada tahun 2012 mendatang, gagasan ini sudah terwujud, sehingga dapat mendukung tugas camat”, harap Camat Gandusari.
Di samping itu, Camat Gandusari juga menyinggung tentang rencana pelimpahan sebagian wewenang dari Bupati Trenggalek kepada Camat yang saat ini telah digagas oleh Pemkab Trenggalek. Nantinya kecamatan akan diberikan oleh wewenang serta anggaran untuk pemeliharaan jalan desa. Serta juga akan diberikan tenaga teknis dari Dinas Bina Marga dan Pengairan. Sehingga untuk memperbaiki jalan yang masih dalam skala kecil tidak perlu harus menunggu dana dari kabupaten. “Semoga pada tahun 2012 mendatang, gagasan ini sudah terwujud, sehingga dapat mendukung tugas camat”, harap Camat Gandusari.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama oleh seluruh warga Desa Wonoanti yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan berbagai macam kesenian daerah, antara lain kesenian ketoprak yang menampilkan cerita Babad Desa Wonoanti , langen beksan dan wayang semalam suntuk oleh Ki Dalang Suyadi dari Gandusari. [#]

