Penyebaran penyakit difteri di Provinsi Jawa Timur semakin meluas. Dari 38 kabupate/kota di Jawa Timur, tercatat sudah 34 kabupaten/kota yang terjangkit penyakit yang diakibatkan oleh bakteri corynebacterium dhipteria. Meskipun Kabuaten Trenggalek tidak termasuk daerah yang terjangkit difteri bersama dengan Kabupaten Ngawi, Magetan dan Pacitan, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek sudah mempersiapkan langkah antisipasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, dr. Sugito Teguh, Jum,at 14 Oktober 2011 mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan program imunisasi tambahan. yang akan dilaksanakan tanggal 17 Oktober sampai dengan 17 Nopember 2011. Imunisasi tambahan ini diluar imunisasi rutin pada bayi, yaitu imunisasi campak pada anak usia 1-5 tahun untuk mencegah penyakit campak, sedangkan untuk mencegah penyakit difteri akan dilaksanakan imunisasi dpt[difteri pertusis tetanus] untuk anak umur 1-3 tahun, imunisasi dt [difteri tetanus] untuk anak 3-7 tahun dan imunisasi tetanus difteri] pada anak usia 7-15 tahun. Imunisasi ini akan dilaksanakan melalui Posyandu maupun sekolah-sekolah. Kenapa dilakukan pada balita dan anak-anak, dr.Sugito Teguh menegaskan bahwa penyakit difteri lebih sering menyerang balita dan anak-anak dan menular melalui udara maupun cairan tubuh. “Penyakit ini sangat rentan menyerang balita” tegasnya.
Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, antara tahun 2010 hingga tahun 2011 di Kabupaten Trenggalek belum pernah ditemukan kasus penyakit difteri. Tetapi pada tahun 2009, penyakit ini pernah menyerang orang dewasa. “Kasus ini berhasil ditangani hingga sang pasien sembuh kembali”ungkapnya.
Dengan jumlah penderita yang meninggal mencapai 11 orang di seluruh Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur telah menetapkan wabah penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Oleh karena itu, menurut dr.Sugito Teguh pengaktifan kembali imunisasi melalui Posyandu merupakan tindakan yang paling tepat yang bisa dilakukan saat ini. “Bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek akan menggalakkan imunisasi melalui posyandu di daerah-daerah” ujarnya
Menyikapi penyebaran penyakit difteri, dr.Sugito Teguh mengajak masyarakat untuk mengenali beberapa gejala. Biasanya, penyakit difteri diawali dengan batuk, pilek, sesak nafas, suhu tubuh tingggi dan bengkak pada leher serta adanya selaput putih di dalam tenggorakan. Penyakit difteri, lanjut dr. Sugito Teguh merupakan infeksi yang menyerang saluran pernafasan dan penularannya bisa melalui percikan ludah dari penderita maupun melalui udara. “Resiko yang paling buruk, penderita difteri mengalami sesak nafas dan kemudian meninggal” jelasnya.
Jika menemukan gejala-gejala yang disebutkan tadi, dr. Sugito Teguh meminta masyarakat untuk segera memeriksakan putra putrinya ke pelayanan kesehatan terdekat. [@]