Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek [Ikat] yang digelar di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis malam, 1 September 2011 dan diawali dengan menyanyikan lagu Koes Plus yang berjudul kembali berakhir cukup berkesan. Dalam halal bi halal yang dihadiri tokoh penting negeri ini yang kebetulan berasal dari Trenggalek yaitu Wakil Ketua DPR RI, Drs. Priyo Budi Santosa dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Hermanto Dardak, MSc. Bupati Trenggalek menyampaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Trenggalek dengan harapan untuk mendapatkan dukungan dan alternatif penyelesaian masalah.
Mengawali curhatnya, Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT menceritakan bahwa potensi tambang di Kabupaten Trenggalek cukup besar, misalnya bijih besi di Kecamatan Dongko, namun potensi tambang tersebut mayoritas berada di wilayah Perhutani. Masalahnya, Peta wilayah Perhutani antara yang dipedomani Perhutani dan Badan Pertanahan Nasional tidak sama, sehingga rawan terjadi konflik. Oleh karena itu Bupati mengharapkan agar Wakil Ketua DPR RI yang kebetulan hadir, Drs. Priyo Budi Santosa, untuk mendorong kedua lembaga tersebut guna duduk bersama untuk menyamakan persepsi, terutama mengenai peta wilayah.
Hal lain yang menurut Bupati penting untuk dimohonkan dukungan adalah rencana Pembangunan Bendungan Tugu. Menurut Bupati, berdasarkan detail desain dan analisa ekonomis, pembangunan bendungan tersebut sangat feasible. Jika bendungan tersebut terwujud, maka akan mampu mengairi lahan seluas 120 ribu hektar. Bahkan Bupati Tulungagung sangat mendukung pembangunan bendungan ini, selain untuk pengairan, yang utama adalah untuk meminimalkan banjir. Karena banjir di Tulungagung seringkali berasal dari limpahan banjir di Trenggalek.
Terkait pembangunan Jalur Lintas Selatan [JLS] di wilayah Kabupaten Trenggalek yang untuk sementara stagnan, Bupati menjelaskan bahwa kendalanya yaitu belum tuntasnya pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Diupayakan pada tahun 2012 mendatang masalah tersebut bisa diselesaikan, sehingga target penyelesaian JLS pada tahun 2013 – 2014 bisa terwujud, oleh karena itu Bupati mohon dukungan semua pihak.
Bupati juga menyatakan bahwa potensi peternakan, terutama susu sapi, sangat prospektif. Bahkan menurut industri pengolah susu Nestle, kualitasnya tidak kalah dengan Pujon Malang. Sayangnya, saat ini kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Trenggalek hampir 80% rusak, sehingga menyulitkan pengangkutan produk susu sapi. Oleh karena perlu segera ada upaya perbaikan infrastruktur jalan secara cepat.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan perkembangan program stimulan dan bantuan infrastruktur perdesaan yang digulirkan pada tahun ini.Berkat bantuan stimulan berupa aspal maupun semen kepada desa, partisipasi masyarakat luar biasa, bisa mencapai 100 persen. Begitu juga dengan program bantuan infrastruktur perdesaan yang nilainya Rp. 60 juta per desa, ternyata partisipasi masyarakat ada yang mencapai 300 persen. Oleh karena itu Bupati minta adanya bantuan dari pemerintah pusat untuk perbaikan jalan poros desa maupun poros kecamatan.
Merespon apa yang disampaikan Bupati Trenggalek, dalam sambutan di hadapan undangan halal bi hala, Wakil Ketua DPR RI, Drs. Priyo Budi Santosa, menyampaikan beberapa hal yang cukup menggembirakan. Terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Tugu, Drs. Priyo Budi Santosa menyatakan siap mengawal program itu ketika sudah berada di legislatif, khususnya di Komisi V DPR RI dan Badan Anggaran. “Namun program tersebut harus diawali usulan dari Kementrian PU dan persetujuan anggaran dari Kementrian Keuangan dulu” ungkap Priyo Budi Santosa.
Sedangkan untuk perbaikan jalan poros desa/kecamatan, menurut Drs. Priyo Budi Santosa alternatif solusinya adalah melalui program PNPM, karena PNPM itu untuk Kabupaten/Kota yang merasa butuh. Kalau daerah lain bisa, tentunya Kabupaten Trenggalek juga bisa. Oleh karena itu Priyo Budi Santosa menyarankan agar Bupati Trenggalek segera membuat usulan dan berupaya meyakinkan DPR. Pada akhir sambutannya Drs. Priyo Budi Santosa mengharapkan agar Bupati Trenggalek terus menerus berkomunikasi dengan dirinya serta Wakil Menteri PU, Dr. Ir. Hermanto Dardak, MSc.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut masing-masing perwakilan IKAT wilayah menyampaikan sambutan singkat. Misalnya perwakilan Ikat Yogyakarta mengingatkan agar pembangunan JLS tidak menyimpang dari RTRW . Perwakilan Ikat Surabaya menyampaikan bahwa selain bantuan sepeda motor beroda tiga untuk penderita cacat karena kecelakaan agar bisa kembali bekerja, program yang segera diluncurkan adalah beasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu [siswa SD/SMP/SMP dengan prestasi minimal juara 1,2 dan 3].
Perwakilan Ikat Balikpapan yang menggunakan nama Paguyuban Minak Sopal menyatakan bahwa anggota yang telah terhimpun sekitar 7 ribu orang. Untuk menjalin komunikasi, paguyuban telah mendirikan radio FM. Selain itu juga telah membentuk koperasi, memfasilitasi anggota yang mencari pekerjaan serta mengembangkan kesenian tradisional jaranan [kuda lumping]. Menurut koordinator Paguyuban Minak Sopal, Hariyadi, satu hal yang cukup membagakan, saat ini Wakil Walikota Balikpapan juga berasal dari Trenggalek, yaitu Heru Bambang. Pada 18 September mendatang paguyuban ini akan menggelar halal bi halal dan diharapkan Bupati Trenggalek bisa hadir.
Perwakilan Ikat Gresik yang koordinatornya kebetulan Rektor Universitas Gresik, Prof. Dr. Drs. Sukiyat, MSi, menyatakan siap membantu SDM untuk penelitian yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Sedangkan perwakilan Ikat Jakarta melalui koordinatornya, Dr.Ir. G. Suprayitno menyatakan bahwa andalan pengembangan Kabupaten Trenggalek adalah SDM, karena saat ini 9 rektor berasal dari Kabupaten Trenggalek. Selain itu Dr. Gendut Supriyanto menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera memetakan komoditas unggulan dengan menggunakan geografical information system [gis]. okt/[ys]