| Pengiriman air bersih di Kecamatan Suruh, ditinjau Ketua DPRD |
Kemarau panjang yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah di Indonesia berdampak hingga ke daerah-daerah yang ada di Kabupaten Trenggalek. Lahan pertanian semakin berkurang serta air bersih mulai susah didapatkan merupakan contoh nyata dari dampak dari kemarau panjang. Di Kabupaten Trenggalek sendiri tercatat sebanyak 4 kecamatan yang saat ini tengah mengalami krisis air bersih, yaitu Kecamatan Karangan, Suruh, Dongko dan Panggul.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Trenggalek melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah mengirimkan air bersih ke titik-titik di 4 kecamatan. Untuk Kecamatan Panggul telah dikirim sebanyak 152 tangki air bersih atau setara dengan Rp 30.400.000, Kecamatan Dongko sebanyak 64 tangki (Rp 12.800.000), Kecamatan Suruh 24 tangki (Rp 4.800.000) dan Kecamatan Karangan sebanyak 1 tangki (Rp 150.000). Total sebanyak 241 tangki air atau bila diuangkan sejumlah Rp 48.150.000 telah didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Adapun anggaran yang disediakan Pemkab Trenggalek pada tahun anggaran 2011 pada pos pengadaan air bersih untuk daerah bencana adalah sebanyak Rp. 80 juta yang berada di Bagian Kesra Sekretariat Daerah. Namun apabila kekeringan ini masih terus berlanjut, maka akan diambilkan dari pos dana tak terduga yang nilainya mencapai Rp. 2,552 milyar.
Selain itu, Pemkab Trenggalek mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim sebesar Rp 5 juta per minggu untuk wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan air. Selain bantuan air bersih, BPBD Prov. Jatim juga memberikan bantuan penampung air (hydrant umum ) bagi daerah yang belum memiliki tempat penampung air, yaitu di wilayah Kecamatan Suruh. [#]