Senin pagi, 26 September 2011 akses jalan dari Desa Mlinjon Kecamatan Suruh menuju Desa Jati Kecamatan Karangan hampir tidak bisa dilalui, karena di ruas jalan tersebut terdapat onggokan batu maupun pohon pisang yang baru saja ditanam [diblokade]. Hal itu memang sengaja dilakukan warga, mengingat jalan yang di sana-sini terdapat banyak lubang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan ini belum mendapatkan perhatian. Apalagi jalan tersebut hampir tiap hari dilewati truk-truk besar yang mengangkut batu feldspar keluar dari Desa Mlinjon. Sebelum peristiwa ini, sebetulnya pengusaha feldspar telah melakukan penambalan lubang-lubang jalan dengan batu putih atau feldspar. Namun penataanya asal saja, sehingga justru membahayakan pengguna jalan. Hal ini merupakan salah satu pemantik terjadinya aksi penanaman pohon pisang dan pemblokiran jalan dengan onggokan batu.
Merespon peristiwa tersebut, Camat Karangan, Dra. Hasnawati Wahid cepat tanggap. Bersama anggota Muspika Karangan, Dra. Hasnawati mengajak Kades Jati dan dua orang perwakilan warga serta pengusaha feldspar untuk berdialog dengan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Trenggalek pada hari itu juga bertempat di Dinas Bina Marga dan Pengairan.
Dari dialog dan perundingan ini terungkap sebenarnya Dinas Bina Marga dan Pengairan telah merencanakan pemeliharaan ruas jalan Mlinjon - Jati sebesar Rp. 100 juta pada PAK APBD tahun 2011 ini. Anggaran ini rencananya untuk perbaikan ruas jalan Mlinjon-Jati, tepatnya di perbatasan Desa Mlinjon - Desa Jati. Pada tahun 2012 juga akan diprioritaskan anggaran untuk perbaikan secara keseluruhan ruas jalan Mlinjon-Jati. Selain itu, pengusaha feldpar akhirnya bersedia berpartisipasi memperbaiki jalan-jalan yang berlubang [telpot] dengan alokasi anggaran sekitar Rp. 20 juta. Agar perbaikan jalan berlubang dengan batu ini tidak membahayakan pengguna jalan, secara teknis akan dipandu oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan.
Dengan adanya kejelasan dan kesepakatan tersebut, perwakilan warga menyatakan bersedia untuk segera membersikan blokade jalan yang telah dibuat sejak Minggu malam, 25 September 2011. Menurut Camat Karangan yang merupakan satu-satunya Camat Wanita di Kabupaten Trenggalek ini, Selasa pagi, 27 September 2011 ruas jalan penghubung Desa Mlinjon - Desa Jati sudah bisa berfungsi kembali. “Mulai pagi ini, bahkan sejak tadi malam warga sudah bisa melewati jalan Jati menuju Mlinjon dengan lancar, karena sejak kemarin sore setelah melalui kesepakatan bersama blokade akhirnya dibuka” jelasnya.[#]
Merespon peristiwa tersebut, Camat Karangan, Dra. Hasnawati Wahid cepat tanggap. Bersama anggota Muspika Karangan, Dra. Hasnawati mengajak Kades Jati dan dua orang perwakilan warga serta pengusaha feldspar untuk berdialog dengan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Trenggalek pada hari itu juga bertempat di Dinas Bina Marga dan Pengairan.
Dari dialog dan perundingan ini terungkap sebenarnya Dinas Bina Marga dan Pengairan telah merencanakan pemeliharaan ruas jalan Mlinjon - Jati sebesar Rp. 100 juta pada PAK APBD tahun 2011 ini. Anggaran ini rencananya untuk perbaikan ruas jalan Mlinjon-Jati, tepatnya di perbatasan Desa Mlinjon - Desa Jati. Pada tahun 2012 juga akan diprioritaskan anggaran untuk perbaikan secara keseluruhan ruas jalan Mlinjon-Jati. Selain itu, pengusaha feldpar akhirnya bersedia berpartisipasi memperbaiki jalan-jalan yang berlubang [telpot] dengan alokasi anggaran sekitar Rp. 20 juta. Agar perbaikan jalan berlubang dengan batu ini tidak membahayakan pengguna jalan, secara teknis akan dipandu oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan.
Dengan adanya kejelasan dan kesepakatan tersebut, perwakilan warga menyatakan bersedia untuk segera membersikan blokade jalan yang telah dibuat sejak Minggu malam, 25 September 2011. Menurut Camat Karangan yang merupakan satu-satunya Camat Wanita di Kabupaten Trenggalek ini, Selasa pagi, 27 September 2011 ruas jalan penghubung Desa Mlinjon - Desa Jati sudah bisa berfungsi kembali. “Mulai pagi ini, bahkan sejak tadi malam warga sudah bisa melewati jalan Jati menuju Mlinjon dengan lancar, karena sejak kemarin sore setelah melalui kesepakatan bersama blokade akhirnya dibuka” jelasnya.[#]