laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

17 September 2011

Resepsi Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-817


Mantri Pangarso menyerahkan Lambang Daerah kepada Bupati Trenggalek



Resepsi Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-817 Tahun 2011 telah digelar secara meriah di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jumat pagi, 16 September 2011. Seluruh pejabat di Pemkab Trenggalek mulai dari jajaran Forpimda, Pimpinan DPRD dan seluruh pejabat eselon II hingga IV hadir dalam acara resepsi ini dengan memakai pakaian adat Jawa. Turut hadir pula beberapa Purna Bupati Trenggalek seperti Bapak H. Soedarso, Bapak Slamet, Bapak Ernomo dan Bapak Soeharto.
Resepsi Hari Jadi diawali dengan Gelar Tari “Pambuko” yang diperagakan oleh 9 penari mengiringi kehadiran Forpimda  Plus dan Pimpinan Dewan beserta istri. Memasuki acara inti yaitu Penyerahan Prasasti dan Pusaka, yaitu Tombak Koroweleng, Songsong Tunggul Naga, Lambang Daerah dan Panji Parasamya Purna Karya Nugraha oleh Mantri Pangarso yaitu Sekda, Ir. Cipto Wiyono M.Si. didampingi oleh Nayaka Praja yaitu seluruh camat kepada Bupati Trenggalek. Prasati dan Pusaka yang telah dikirab pada hari Kamis (15/6) ini, kemudian disimpan di Kantor Bupati Trenggalek.
Resepsi Hari Jadi dilanjutkan dengan kehadiran para sesepuh yang ada di Kabupaten Trenggalek dengan membawa 9 kendi berisi air dari 9 sumber di Kabupaten Trenggalek. Air ini kemudian dituangkan ke dalam gelas yang diminum oleh Bupati Trenggalek beserta istri, Ny. Penny Mulyadi. Selanjutnya air yang ada di 9 kendi dimasukkan ke dalam 1 bejana dan diletakkan di depan Pendopo yang disiapkan untuk masyarakat umum. Masyarakat pun berbondong-bondong dengan membawa wadah sendiri-sendiri untuk mengambil air ini.
Acara selanjutnya yaitu pembacaan sejarah singkat Trenggalek oleh Drs. Sunyoto Kepala SMPN 1 Suruh. Dalam sejarah singkat yang dibacakan dalam bahasa Jawa tersebut, disebutkan bahwa penentuan Hari Jadi Trenggalek didasari oleh penemuan Prasati Kamulan yang bertuliskan hari, tanggal dan tahun pembuatannya. Hari, tanggal dan tahun pembuatan itulah yang saat ini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir Mulyadi WR. MMT. mengharapkan bantuan dari Bupati - bupati Trenggalek terdahulu untuk turut serta menyumbangkan ide dan tenaganya dalam membangun Kabupaten Trenggalek tercinta ini. “Beliaulah Bupati-Bupati Trenggalek, sedangkan saya hanyalah sebagai penerusnya”, ujar Bupati. Dr. Ir Mulyadi WR. MMT juga mengharapkan sebutan “mantan” bupati hendaknya tidak digunakan. “Hendaknya penyebutan diganti dengan Bupati periode berapa”,tuturnya.
Di samping itu, Bupati Trenggalek juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat untuk  mendukung penyelesaian Jalur Lintas Selatan [JLS] dan rencana pembangunan Bendungan  Tugu yang berlokasi di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu.  JLS merupakan program pemerintah pusat, kewajiban Kabupaten Trenggalek adalah penyediaan lahan. Dalam penyediaan lahan, Bupati minta dukungan dari Perhutani, DPRD dan masyarakat pada umumnya agar segera tuntas . “Terkait  rencana pembangunan  Bendungan Tugu, saya telah menghadap Menteri PU dan Wakil Menteri PU, kebetulan Wakil Menteri PU, Dr. Ir. Hermanto Dardak, M.Sc. asli Trenggalek.  Pemerintah pusat menyetujui usulan pembangunan Bendungan Tugu dan insyaallah tahun 2012 kegiatan akan dimulai” ungkap Bupati .
Pada saat halal bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) di Pendopo beberapa waktu yang lalu, Wakil Ketua DPR RI, Drs. Priyo Budi Santoso yang asli Trenggalek dan kebetulan hadir menyatakan dukungannya  atas rencana  pembangunan Bendungan Tugu. Bahkan  Drs. Priyo Budi Santosa menyatakan akan mengawal proses penganggaran rencana pembangunan Bendungan Tugu  di legislatif.  Selain itu, dukungan juga didapatkan dari Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono, MM. “Karena dengan pembangunan Bendungan Tugu akan  dapat mengairi persawahan seluas 120.000 Ha, termasuk yang ada di Kabupaten Tulungagung. Juga diharapkan dapat mengurangi bencana banjir yang dalam beberapa tahun ini kerap menerpa Kabupaten Trenggalek”,ujar Bupati.
Terkait dengan pelaksanaan Resepsi Hari Jadi ke-817, Bupati menyampaikan bahwa seyogyanya dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2011. Namun karena bersamaan  dengan Hari Raya Idul Fitri, pelaksanaan resepsi terpaksa ditunda. “Adapun puncaknya yaitu pergelaran Wayang Kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Anom Suroto dengan mengambil lakon “Wahyu Makutarama” yang dilaksanakan pada Jumat malam (16/8) di Stadion Kelutan. “Saya harap semua masyarakat dapat menikmatinya”,harap Bupati.
Masyarakat mengerumuni Tumpeng Agung
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa lakon Wahyu Makutoromo ini menceritakan tentang ajaran Hasta Brata. “Ajaran ini berisikan tentang karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sebanyak 8 sifat yang berasal dari unsur alam”,ujar Bupati. Sifat yang pertama adalah sifat bintang dimana seorang peminpin harus kuat, tidak mudah goyah dan dapat menjadi panutan bagi warganya. Yang kedua adalah sifat mendung, seorang pemimpin harus tegas dalam menegakkan peraturan kepada seluruh bawahannya. Layaknya mendung (awan) yang dapat mengumpulkan sesuatu yang tidak berguna menjadi berguna dan dapat memberikan hukuman berupa petir. “Sifat-sifat selanjutnya silahkan disaksikan sendiri malam nanti”,ujar Bupati.
Resepsi Hari Jadi ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng. Tumpeng terdiri dari 2 jenis, yaitu Tumpeng Karyo dan Tumpeng Agung. Tumpeng Karyo dipotong oleh Bupati Trenggalek dan Wabup beserta istri selanjutnya diserahkan kepada perwakilan masyarakat Trenggalek. Sedangkan Tumpeng Agung diletakkan di Halaman Pendopo Trenggalek untuk dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. [#]

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video